Warinussy Ungkap Dugaan Yanto Indorway Tewas di Lokasi Lain: “Bukan Tenggelam di TKP Awal”

Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Yan Christian Warinussy SH
banner 120x600
banner 468x60

MANOKWARI — Misteri kematian Yanto Indorway, seorang presenter, vlogger, dan konten kreator asal Papua Barat, kembali menjadi sorotan. Tim Kuasa Hukum keluarga korban yang dikoordinasikan Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, mengungkap adanya sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu didalami dalam proses penyelidikan.

Warinussy menegaskan dirinya bersama tim hukum keluarga Yanto Indorway masih terus berupaya mencari keadilan dan mengungkap penyebab serta rangkaian peristiwa yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurutnya, sejumlah langkah hukum dan medis telah dilakukan, termasuk visum et repertum dan autopsi terhadap jenazah korban.

Dalam proses autopsi tersebut, dokter forensik mengambil sejumlah sampel jaringan tubuh yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pengungkapan penyebab kematian.

Sampel tersebut kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kedokteran dan kesehatan Polri serta laboratorium forensik.

“Kami berharap hasil pemeriksaan itu segera kembali. Pada saat autopsi dijelaskan bahwa pemeriksaan sampel membutuhkan waktu sekitar lima sampai tujuh hari,” ujar Warinussy. Minggu Malam, (23/8/2026).

Namun, kata dia, hingga kini hasil pemeriksaan tersebut belum diterima pihak keluarga. Kondisi itu disebut telah menimbulkan keresahan, terutama bagi keluarga korban, karena pemeriksaan telah berlangsung hampir satu bulan.

Soroti Hasil Rekonstruksi

Selain menunggu hasil pemeriksaan forensik, tim kuasa hukum juga mencermati hasil rekonstruksi di lokasi kejadian.

Warinussy mengatakan, berdasarkan analisis tim hukum, terdapat dugaan bahwa lokasi tempat Yanto ditemukan bukan merupakan lokasi sebenarnya ketika korban kehilangan nyawa.

“Tempat kejadiannya bukan di kali atau air terjun yang kami duga. Kami menduga Yanto sudah kehilangan nyawanya di tempat lain, kemudian baru dibawa dan ditaruh di situ,” kata Warinussy.

Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan hasil analisis sementara tim kuasa hukum berdasarkan sejumlah petunjuk yang mereka peroleh dan masih membutuhkan pembuktian melalui proses hukum.

Menurutnya, temuan tersebut membuat kasus kematian Yanto Indorway perlu dibuka lebih dalam dan tidak berhenti pada kesimpulan awal bahwa korban terpeleset, tenggelam, kemudian hilang.

Diduga Berkaitan dengan Aktivitas Yanto

Warinussy juga mengungkapkan dugaan lain yang menurutnya perlu menjadi perhatian aparat penegak hukum. Ia menduga kematian Yanto memiliki kaitan dengan aktivitas korban sebagai presenter, vlogger, dan konten kreator.

Menurut Warinussy, Yanto diduga mengetahui sejumlah informasi mengenai berbagai aktivitas yang terjadi di sekitar kawasan Pegunungan Arfak, termasuk dugaan kegiatan pertambangan ilegal yang berbenturan dengan status kawasan konservasi.

“Kami menduga keras ini berkaitan dengan pekerjaan Yanto sebagai presenter, vlogger, dan konten kreator. Yanto diduga mengetahui banyak hal yang terjadi di sekitar Pegunungan Arfak,” ujarnya.

Meski demikian, dugaan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan pihak-pihak tertentu, menurut Warinussy masih harus dibuktikan melalui penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.

Ia menyebut pihaknya akan terus mengumpulkan bukti serta mempertimbangkan langkah-langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Desak Polisi Buka Kasus Lebih Dalam

Warinussy meminta aparat kepolisian tidak hanya berfokus pada kesimpulan awal, tetapi membuka seluruh kemungkinan berdasarkan bukti dan keterangan saksi.

Ia juga meminta penyidik mendalami keterangan para saksi yang telah diperiksa serta menggali informasi tambahan dari keluarga korban.

“Kami akan terus mengejar sampai jelas siapa sebenarnya yang bertanggung jawab dan siapa saja yang patut dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Menurutnya, proses tersebut harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis bukti sehingga penyebab kematian Yanto Indorway dapat terungkap secara terang.

Pihak keluarga korban sendiri dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

Warinussy berharap pemeriksaan tersebut dapat membuka informasi baru yang membantu proses penyelidikan hingga, apabila ditemukan bukti yang cukup, ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Kita berharap dari situ akan terbuka banyak hal yang dapat dilakukan untuk penyelidikan sampai dengan meningkatkan proses ini ke tahap penyidikan,” pungkas Warinussy.

Hingga kini, tim kuasa hukum masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sampel jaringan tubuh korban. Hasil tersebut diharapkan menjadi salah satu kunci penting untuk mengungkap penyebab kematian Yanto Indorway sekaligus menjawab berbagai kejanggalan yang masih menyelimuti kasus tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90