Direksi Bank Papua Diisi, Komisaris Menyusul Maret 2027

banner 120x600
banner 468x60

SORONG — Pemerintah daerah selaku pemegang saham terus mendorong optimalisasi kinerja dan tata kelola PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua). Pengisian posisi direksi yang sempat kosong diharapkan dapat mempercepat pelayanan perbankan kepada masyarakat sekaligus menindaklanjuti berbagai catatan evaluasi dari para pemegang saham.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H., usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Papua yang dirangkaikan dengan pelantikan Direktur Bisnis dan Direktur Operasional di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (29/8/2026).

Fakhiri mengatakan, pengisian posisi direksi menjadi langkah penting agar roda operasional Bank Papua dapat berjalan lebih optimal.

“Kita berharap dengan terisinya jajaran direksi itu bisa mempercepat layanan Bank Papua. Kemudian hal-hal yang menjadi koreksi dari kami para pemegang saham bisa segera ditindaklanjuti oleh jajaran direksi,” tegas Fakhiri.

Menurutnya, posisi direksi yang kosong perlu segera diisi agar manajemen Bank Papua memiliki struktur kepemimpinan yang lebih lengkap dan mampu merespons berbagai kebutuhan pelayanan serta arahan pemegang saham secara cepat.

Selain jajaran direksi, Fakhiri menyebut pengisian posisi komisaris juga menjadi agenda penting berikutnya. Proses tersebut yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Februari akan digeser ke Maret karena adanya sejumlah agenda daerah, termasuk peringatan Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua.

“Memang harusnya di bulan Februari, tapi karena bulan Februari kita ada beberapa agenda termasuk Injil Masuk di Tanah Papua, sehingga saya minta ke bulan Maret,” jelasnya.

Fakhiri berharap pada Maret mendatang struktur kepemimpinan Bank Papua dapat kembali lengkap dengan komposisi lima anggota direksi dan lima anggota komisaris.

“Kita berharap nanti di bulan Maret itu bisa terisi lagi jajaran komisaris, sehingga sudah lengkap lagi: direksinya lima, komisarisnya lima, supaya kegiatan di dalam perbankan itu bisa lebih baik,” pungkasnya.

Ia menegaskan, kelengkapan struktur manajemen diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola perusahaan, tetapi juga mempercepat realisasi berbagai catatan perbaikan yang telah disampaikan para pemegang saham.

Dengan kepemimpinan yang semakin lengkap, Bank Papua diharapkan mampu menjalankan tata kelola secara profesional, meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat kinerja operasional, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di seluruh Tanah Papua.

(Penulis: Eskop Wisabla)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90