Ketua IMT Sorong Raya Desak Pemkab Tambrauw Buka Lapangan Kerja bagi Sarjana Muda

banner 120x600
banner 468x60

Tambrauw, PAPUA BARAT DAYA — Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) se-Sorong Raya, Yahya Yeblo, mendorong Pemerintah Kabupaten Tambrauw agar lebih serius menyiapkan lapangan kerja bagi generasi muda asli Tambrauw, khususnya lulusan perguruan tinggi yang setiap tahun menyelesaikan pendidikan sarjana.

Dorongan tersebut disampaikan Yahya saat menghadiri kegiatan wisuda mahasiswa dan mahasiswi asal Distrik Kebar Raya Tahun Akademik 2026, Senin (19/10/2026). Menurut Yahya, keterbatasan lapangan kerja masih menjadi tantangan bagi para sarjana muda asal Tambrauw setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Banyak lulusan yang kembali ke kampung halaman, tetapi belum memiliki kepastian pekerjaan untuk mengembangkan kemampuan dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Setiap tahun banyak anak-anak Tambrauw yang menyelesaikan pendidikan sarjana. Namun, setelah wisuda, sebagian besar dari mereka kembali ke kampung halaman tanpa kepastian pekerjaan. Sangat disayangkan apabila ijazah sarjana yang diperoleh dengan perjuangan panjang hanya menjadi bantal kepala karena tidak adanya kesempatan kerja,” ujar Yahya kepada wartawan melalui tertulis.

Ia menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pendidikan tinggi yang ditempuh generasi muda dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi kehidupan mereka maupun bagi pembangunan Kabupaten Tambrauw.

Yahya berharap Pemkab Tambrauw mengambil langkah konkret untuk membuka kesempatan kerja bagi putra-putri asli daerah melalui berbagai sektor, termasuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta perluasan kesempatan kerja di sektor swasta.

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu menyusun kebijakan yang mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal sehingga para lulusan perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan, tetapi juga memiliki kesempatan menjadi wirausahawan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Pemerintah harus memikirkan masa depan generasi muda Tambrauw. Anak-anak kita sudah berjuang menempuh pendidikan tinggi dengan harapan dapat membangun daerahnya. Karena itu, setelah mereka menyelesaikan pendidikan, harus ada ruang dan kesempatan bagi mereka untuk mengabdi serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” tegasnya.

HUT ke-18 Tambrauw Jangan Hanya Jadi Seremonial

Selain menyoroti persoalan lapangan kerja, Yahya juga menyampaikan pandangannya mengenai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Tambrauw pada 2026. Ia berharap momentum hari jadi Kabupaten Tambrauw tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, perlombaan, dan hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan serta merumuskan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Yahya, peringatan hari jadi daerah seharusnya menjadi momentum refleksi bagi pemerintah untuk melihat berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan generasi muda.

“Dalam momentum HUT Kabupaten Tambrauw yang ke-18 tahun ini, pemerintah jangan hanya berfokus pada kegiatan perlombaan dan acara seremonial. Pemerintah juga harus memikirkan apa yang perlu diberikan kepada masyarakat dan program apa yang benar-benar membawa manfaat bagi kehidupan rakyat Tambrauw,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari kemeriahan perayaan hari jadi, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Yahya berharap pemerintah daerah dapat menjadikan peringatan HUT ke-18 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.

Generasi Muda Harus Mendapat Ruang untuk Berkarya

Yahya menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan Kabupaten Tambrauw. Oleh sebab itu, potensi dan kemampuan para lulusan perguruan tinggi perlu mendapat perhatian melalui kebijakan serta program yang berkelanjutan.

Ia juga mendorong adanya kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan peluang kerja serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sangat penting agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di daerah.

Melalui momentum wisuda mahasiswa dan mahasiswi asal Distrik Kebar Raya Tahun Akademik 2026 serta peringatan HUT ke-18 Kabupaten Tambrauw, Yahya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun masa depan daerah dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk bekerja, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, anak-anak Tambrauw yang sudah menyelesaikan pendidikan tinggi harus mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan membangun daerahnya sendiri. Jangan sampai generasi muda terus bersekolah, meraih gelar sarjana, tetapi setelah kembali ke daerah justru tidak memiliki kepastian masa depan,” tutup Yahya Yeblo.

Ia berharap aspirasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tambrauw sehingga pembangunan daerah ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan kegiatan seremonial, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda asli Tambrauw.( *)Penulis Eskop Wisabla.

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90