Cetak Sejarah di Yalimo, Gereja Pniel Hukalopunu Diresmikan, 50 Ekor Babi Dipotong dalam Pesta Syukur

banner 120x600
banner 468x60

PAPUABICARA – Sukacita, haru, dan rasa syukur menyelimuti Jemaat Gereja Pniel Hukalopunu di lingkungan Dua Kulet, Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Momentum bersejarah itu hadir melalui peresmian dan penahbisan gedung gereja baru yang berhasil dibangun hanya dalam waktu tiga bulan, sejak Juli hingga September 2026.

Peresmian tersebut bukan sekadar menandai selesainya pembangunan sebuah rumah ibadah. Lebih dari itu, momen ini menjadi bukti nyata kekuatan iman, persatuan, dan semangat gotong royong jemaat dalam membangun kehidupan bergereja.

Puncak sukacita berlangsung pada 26 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. Dalam perayaan tersebut, jemaat menggelar pesta syukur dengan menyembelih lebih dari 50 ekor babi. Jumlah tersebut disebut sebagai yang terbanyak dalam sejarah perayaan di lingkungan kampung setempat.

Perayaan itu menghadirkan suasana kebersamaan yang begitu kuat. Jemaat, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, serta tamu undangan berkumpul dalam satu ikatan persaudaraan untuk menyaksikan hasil perjuangan bersama membangun gedung gereja baru.

Gotong Royong Tiga Bulan, Gereja Baru Berdiri

Pembangunan Gedung Gereja Pniel Hukalopunu berlangsung melalui kerja sama dan partisipasi aktif seluruh jemaat di bawah koordinasi Klasis GKI Yalimo Elelim Rayon Apalapsili.

Panitia pelaksana yang dipimpin Jitro Faluk sebagai ketua, Yanus Wandik sebagai wakil ketua, serta Yoel Faluk sebagai sekretaris, bekerja bersama Kepala Kampung Hukalopunu, Rony Faluk, untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam kurun waktu tiga bulan, jemaat berhasil menyelesaikan pembangunan gedung gereja yang kemudian diresmikan dan ditahbiskan untuk digunakan sebagai pusat pelayanan rohani.

Dukungan Klasis GKI Yalimo Elelim juga menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Selain memberikan dukungan terhadap kegiatan peresmian, pihak klasis turut memfasilitasi penyelesaian administrasi jemaat, termasuk peningkatan status Surat Keputusan (SK) lingkungan Dua Kulet yang sebelumnya belum definitif menjadi SK penuh.

Perwakilan pemerintah sekaligus jemaat, Yanus Kepno, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas kebersamaan serta perjuangan jemaat dalam menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut.

Meyus Faluk Dipercaya Resmikan Gedung Gereja

Salah satu momen yang menyentuh perhatian jemaat terjadi ketika Meyus Faluk, yang dikenal sebagai tokoh pelayan jemaat tertua di kampung tersebut sekaligus salah satu PPK di wilayah Apalapsili, dipercaya melakukan prosesi pengguntingan pita.

Kepercayaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi panjangnya dalam kehidupan pelayanan gereja dan masyarakat.

Dengan pengguntingan pita oleh Meyus Faluk, gedung Gereja Pniel Hukalopunu secara resmi dibuka untuk digunakan sebagai tempat peribadatan dan pelayanan umat.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur dan doa bersama, sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama proses pembangunan hingga peresmian.

Empat Hari Pelayanan Rohani, 50 Ekor Babi Warnai Pesta Syukur

Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Oktober 2026. Berbagai agenda pelayanan gerejawi turut mewarnai perayaan tersebut, antara lain penahbisan gedung gereja, pengguntingan pita, pengguntingan papan nama, pelayanan nikah massal, pelayanan sidi, serta baptisan kudus.

Pemotongan lebih dari 50 ekor babi menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam perayaan tersebut. Bagi jemaat dan masyarakat setempat, jumlah itu mencerminkan besarnya partisipasi, kebersamaan, serta rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung gereja.

Seorang perwakilan panitia melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Jumat (30/10/2026), menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan dalam waktu tiga bulan merupakan pengalaman bersejarah bagi jemaat.

“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena proses pembangunan yang hanya memakan waktu tiga bulan ini dapat selesai tanpa hambatan berarti. Ini adalah sejarah baru di kampung kami,” ungkap perwakilan panitia.

Kepala Kampung Apresiasi Kebersamaan Jemaat

Kepala Kampung Hukalopunu, Rony Faluk, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

Menurutnya, seluruh agenda pelayanan dan perayaan selama empat hari berlangsung aman, tertib, damai, dan terkendali.

“Syalom di mana pun Anda berada, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Saya atas nama pribadi dan Kepala Kampung menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan penahbisan gedung gereja baru di Pniel Hukalopunu. Acara dapat berlangsung dengan aman, tertib, damai, dan terkendali,” ujar Rony Faluk.

Ia juga berharap momentum penahbisan gedung gereja baru dan restrukturisasi kepengurusan jemaat dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat kerja sama antara warga, pemerintah kampung, dan lembaga gereja.

Pesan untuk Generasi Muda dan Harapan Gereja Permanen

Di balik sukacita peresmian gedung gereja, jemaat Pniel Hukalopunu juga menyimpan harapan besar untuk masa depan. Mereka berencana membangun gedung gereja yang lebih permanen agar pelayanan rohani dapat berlangsung semakin baik.

Jemaat juga menitipkan pesan kepada generasi muda asal Hukalopunu yang sedang merantau dan menempuh pendidikan di berbagai kota agar tetap fokus belajar, menjaga iman, serta tidak melupakan kampung halaman dan kehidupan bergereja.

Pendidikan harus tetap menjadi prioritas generasi muda. Namun, hubungan dengan keluarga, masyarakat, dan gereja di kampung halaman juga diharapkan terus terpelihara.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Yanus Kepno sebagai perwakilan pemerintah, Meyus Faluk, perwakilan Klasis, unsur masyarakat Kampung Werengkik, serta jemaat Rayon I dan Rayon II.

Hadir pula sejumlah tokoh pendiri Gereja Pniel Hukalopunu, yakni Yakobus Walianggen, Martinus Hisage, Yoel Wilil, Partolomius Wandik, dan Yohanes Faluk.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, jemaat, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan materi sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses.

Peresmian Gereja Pniel Hukalopunu akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pembukaan gedung baru. Tiga bulan kerja bersama, empat hari pelayanan, dan pemotongan lebih dari 50 ekor babi menjadi catatan kebersamaan yang akan dikenang oleh masyarakat Hukalopunu.

Dari semangat gotong royong itulah, jemaat berharap gereja terus menjadi rumah iman, tempat persaudaraan bertumbuh, dan fondasi bagi generasi muda untuk membangun masa depan Yalimo.

Penulis: Eskop Wisabla Wartawan Papua Bicara

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90