WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN – Kepercayaan lima dari delapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya jalur Otonomi Khusus (Otsus) mengantarkan Unas Ginia Tabuni, S.T., M.T., menduduki posisi Ketua III atau Wakil Ketua III DPRK Kabupaten Jayawijaya.
Unas terpilih melalui musyawarah dan pemungutan suara yang berlangsung di Gedung Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Jayawijaya, Senin (2/11/2026). Pemilihan tersebut menjadi bagian dari proses penentuan pimpinan DPRK melalui keterwakilan anggota jalur Otsus.
Delapan anggota DPRK jalur Otsus mengikuti proses pemilihan dengan didampingi jajaran Sekretariat Dewan. Turut hadir Kepala Bidang Persidangan, Kepala Bidang Keuangan, serta sejumlah pejabat terkait.
Tiga nama muncul sebagai kandidat dalam kontestasi tersebut, yakni Unas Ginia Tabuni, Aten Asso, dan Alpius Tabuni. Ketiganya mengikuti proses pemilihan melalui mekanisme musyawarah yang kemudian dilanjutkan dengan penghitungan suara.
Hasilnya, Unas Ginia Tabuni unggul dengan perolehan lima suara. Aten Asso memperoleh dua suara, sementara Alpius Tabuni meraih satu suara. Hasil tersebut sekaligus memastikan Unas memperoleh kepercayaan mayoritas anggota DPRK jalur Otsus untuk mengemban jabatan Ketua III.
Seluruh tahapan pemilihan berlangsung aman, tertib, dan dalam suasana kekeluargaan. Perbedaan pilihan tidak menghalangi semangat kebersamaan dalam menentukan figur yang akan menjalankan tugas pimpinan legislatif tersebut.
Usai dinyatakan terpilih, Unas Ginia Tabuni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota DPRK jalur Otsus yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar kedudukan dalam struktur kelembagaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Ini adalah amanah besar. Dari proses di jalanan, kini berjuang di dalam sistem. Saya akan kawal aspirasi masyarakat adat, pemuda, dan seluruh rakyat Jayawijaya,” tegas Unas.
Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat tentang perubahan ruang perjuangan. Jika sebelumnya aspirasi diperjuangkan melalui berbagai gerakan di tengah masyarakat, kini Unas berkomitmen membawa suara rakyat masuk ke ruang-ruang pengambilan kebijakan melalui lembaga legislatif.
Terpilihnya Unas diharapkan memperkuat soliditas delapan anggota DPRK jalur Otsus dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Terlebih, keberadaan keterwakilan Otsus memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan Orang Asli Papua (OAP), masyarakat adat, serta generasi muda di Kabupaten Jayawijaya.
Kini, amanah baru berada di pundak Unas Ginia Tabuni. Masyarakat tentu menantikan agar kepercayaan tersebut tidak berhenti sebagai kemenangan dalam pemungutan suara, tetapi benar-benar menjelma menjadi kerja nyata, keberanian menyuarakan kepentingan rakyat, dan perjuangan bagi masa depan masyarakat Jayawijaya.
Penulis: Eskop Wisabla Wartawan PapuaBicara.com

















