FNMPP Gelar Aksi Kemanusiaan dan Penggalangan Dana untuk Korban Penembakan di Maybrat

banner 120x600
banner 468x60

SORONG- Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana bagi tiga warga sipil yang menjadi Insiden

Didugaan penembakan tiga warga sipil terjadi di Kampung Ainod, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 13 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan penggalangan dana ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 28 hingga 30 September, dengan memusatkan kegiatan di kawasan Lampu Merah Maranatha kota Sorong Papua Barat Daya.

Aksi donasi yang diinisiasi oleh FNMPP ini bertujuan untuk meringankan beban finansial serta membantu biaya pengobatan dan proses pemulihan para korban yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di Kota Sorong.

Kordinator aksi penggalangan donasi
Jendri, menyampaikan bahwa hasil penggalangan dana yang terkumpul dari masyarakat akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga atau ketiga warga sipil tersebut agar dapat dimanfaatkan selama masa perawatan,”Ujar Jendri sesuai Galang aksi kemanusiaan pada (30/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, mereka
juga menyoroti kondisi para korban yang masih sangat membutuhkan uluran tangan serta perhatian serius. Pihak mahasiswa menilai bahwa sejauh ini belum ada tanggapan atau respons nyata dari pihak pemerintah daerah dalam menangani kondisi para korban penembakan tersebut.

“Kami masih membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk membantu korban yang sedang menjalani pemulihan kesehata di kediaman mereka,” katanya.

Oleh karena itu, Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua secara tegas meminta dan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat provinsi Papua Barat Daya untuk segera turun tangan memberikan bantuan konkret.

Diharapkan partisipasi dan kepedulian dari pemerintah setempat dapat membantu meringankan beban hidup serta menjamin seluruh proses pemulihan kesehatan para korban warga sipil tersebut.

Korban dalam dugaan penembakan itu yang kini masih proses pemulihan kesehatan adalah Silvester Assem (25 tahun), Anike Fatie (47 tahun), dan Selfiana Sorry (66 tahun).(*)

Penulis Eskop Wisabla.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90