WAMENA, … Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga (IPMNI) Kota Studi Wamena menyampaikan 12 poin tuntutan terkait dugaan penembakan terhadap warga sipil di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, 25/10/2026
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 10.30 WIT di Jalan Kenyam-Mumugu, Distrik Kenyam.
Berdasarkan Laporan Awal ditempat (TKP) yang diterima mahasiswa Nduga yang berstudi Wamena peristiwa itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka. Ketiganya dipastikan murni warga sipil Nduga, bukan anggota TPNPB.
Identitas korban menurut laporan tersebut adalah:
- Mazut Serera, 25 Tahun, WNI (Aparat Kampung)
- Elkia Kerebea, 15 Tahun, WNI berstatus (Pelajar)
- Kamera Kerebea, 14 Tahun, WNI berstatus (Pelajar) – Luka-luka
Korban luka saat ini masih dalam penanganan medis.
Sesuai dengan kronologis tersebut, Mahasiswa Nduga (IPMNI) Kota Studi Wamena menyatakan sikap dan menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
- Mendesak Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk segera memerintahkan investigasi terbuka.
- Mendesak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk segera memberikan penjelasan resmi jika terbukti.
- Mendesak Kapolda Papua untuk segera menangani kasus kemanusiaan dan pelaku penembakan diproses hukum.
- Mendesak Ketua Komnas HAM RI Ibu Atnike Sri Mulyani Sugiro untuk turun dalam 7 hari ke Nduga melihat bukti langsung dan mengumumkan hasil secara terbuka.
- Mendesak Menteri HAM RI Bapak Natalius Pigai untuk mengawal jangan ada yang menutupi fakta/peristiwa yang terjadi terhadap kedua warga sipil di Kabupaten Nduga.
- Mendesak Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang untuk menjamin keamanan warga di Kenyam dan membuka akses Tim Penyelidikan.
- Meminta Segera Bentuk Tim Investigasi Penyelidikan Independen yang Bebas Dari Pengaruh Pihak Keamanan yang terdiri dari Komnas HAM, Kepolisian RI, dan Perwakilan Pemerintah Daerah.
- Meminta Usut Tuntas Pelaku Penembakan Dua Warga Sipil dan Satu Warga Luka yang terjadi di Kampung Yosema, Distrik Kenyam pada Jumat 23 Oktober 2026 Jam 10.30 WIT.
- Mendesak TNI Non Organik yang Beroperasi di Wilayah Papua dan Pada Khususnya Wilayah Nduga Segera Ditarik.
- Mendesak Kapolres Nduga dan Dandim Nduga Harus Bertanggung Jawab Atas Insiden Penembakan Tiga (3) Warga Sipil di Jalan Kenyam-Mumugu, Kabupaten Nduga pada Jumat 23 Oktober 2026 Jam 10.30 WIT.
- Meminta Pemerintah Kabupaten Nduga Harus Mengambil Tindakan Untuk Mencabut Pos-Pos Non-Organik di Wilayah Nduga.
- Mendesak Kepada DPRD Nduga, DPR Provinsi Papua Pegunungan dan DPR RI Segera Mengawal Tiga Orang Penembakan di Jalan Kenyam-Mumugu Nduga.
Dalam pernyataan penutupnya, IPMNI menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, maka mahasiswa Seluruh Indonesia akan melakukan aksi nasional di seluruh Indonesia.
Eskop Wisabla

















