MANOKWARI, PAPUA BARAT – PAPUA BICARA – Keselamatan di jalan raya bukan sekadar urusan menaati rambu dan menghindari tilang, melainkan menyangkut tanggung jawab terhadap nyawa manusia. Pesan inilah yang disampaikan salah satu mahasiswa Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) Manokwari, Bartolomius Dowansiba, saat mengimbau masyarakat agar semakin sadar dan disiplin dalam berlalu lintas.
Imbauan tersebut disampaikan pada Minggu malam (1/11/2026). Bartolomius secara tegas mengajak seluruh warga masyarakat Manokwari, khususnya pengendara sepeda motor, untuk mematuhi aturan lalu lintas demi menciptakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan bersama di jalan raya.
Menurutnya, setiap pengendara memiliki kewajiban untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain. Salah satu hal sederhana yang tidak boleh diabaikan adalah penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI), baik bagi pengendara maupun penumpang sepeda motor.
Ia mengingatkan bahwa kewajiban menggunakan helm telah diatur dalam Pasal 106 ayat (8) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Keselamatan berkendara harus menjadi kesadaran setiap orang. Jangan menggunakan helm hanya karena takut kepada polisi atau takut terkena tilang, tetapi gunakanlah karena kita menghargai nyawa dan masa depan,” tegas Bartolomius.
Ia menjelaskan, helm memiliki fungsi penting untuk melindungi kepala dari benturan ketika terjadi kecelakaan. Sebab, cedera kepala dapat mengakibatkan luka serius, kecacatan, bahkan kehilangan nyawa.
Bartolomius juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengendarai kendaraan dengan kecepatan berlebihan, tidak ugal-ugalan, serta selalu memperhatikan kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Secara khusus, ia mengajak pengendara yang melintasi Jalan Yos Sudarso Manokwari agar lebih berhati-hati. Menurutnya, jalan raya bukan tempat untuk mempertaruhkan keberanian melalui kecepatan, melainkan ruang bersama yang menuntut kesabaran dan kedisiplinan.
“Kaka-kaka, pace, mace! Helm itu bukan beban, tetapi mahkota keselamatan. Jangan kebut-kebutan di Jalan Yos Sudarso. Ingat, ada keluarga yang menunggu kita pulang di rumah,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat Manokwari dapat membangun budaya tertib berlalu lintas mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Kesadaran kecil seperti memakai helm, mematuhi rambu, dan menjaga kecepatan dapat menjadi langkah besar dalam mencegah kecelakaan.
Baginya, satu helm yang terpasang dengan benar bisa menjadi pembeda antara keselamatan dan penyesalan. Sebab, perjalanan yang baik bukanlah tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang mampu tiba dengan selamat.
“Torang Manokwari, torang tertib. Mari jaga keselamatan di jalan raya. Nyawa terlalu berharga untuk dipertaruhkan hanya karena kelalaian sesaat,” tutup Bartolomius Dowansiba.
(Udir Anas Saiba)

















