Disaksikan Elisa Kambu, Fakhiri Lantik Dua Direktur Baru Bank Papua

banner 120x600
banner 468x60

SORONG — Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H., melantik dua pejabat baru jajaran Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua), yakni Luhut Selamat Parduhuan sebagai Direktur Bisnis dan Bertha Affar sebagai Direktur Operasional untuk periode 2026–2030.Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Vega, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut turut disaksikan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan para pemegang saham Bank Papua se-Tanah Papua.

Pengangkatan kedua direksi tersebut sebelumnya ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Papua.Keputusan RUPS-LB Nomor 03/SK/RUPSLB-BPD/VIII/2026 tanggal 29 Agustus 2026 menetapkan Luhut Selamat Parduhuan sebagai Direktur Bisnis PT Bank Pembangunan Daerah Papua.

Pengangkatan tersebut didasarkan pada Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-138/D.03/2026 tertanggal 5 Agustus 2026.

Sementara itu, Bertha Affar ditetapkan sebagai Direktur Operasional berdasarkan Keputusan RUPS-LB Nomor 04/SK/RUPSLB-BPD/VIII/2026 tanggal 29 Agustus 2026.

Pengangkatannya merujuk pada Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-135/D.03/2026 tertanggal 5 Agustus 2026.

Kedua pejabat tersebut akan menjalankan masa jabatan selama empat tahun, terhitung sejak 29 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2030.

Prosesi pelantikan dirangkaikan dengan pengucapan janji jabatan dan penandatanganan berita acara oleh Direktur Bisnis dan Direktur Operasional Bank Papua yang baru.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada kedua direksi bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah dan tanggung jawab besar untuk membawa Bank Papua menjadi lembaga keuangan daerah yang semakin sehat, profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Tanah Papua.

“Saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan integritas, profesional, keberanian mengambil keputusan, serta tanggung jawab yang kuat. Bangunlah kerja sama yang solid dengan Dewan Komisaris, jajaran Direksi, regulator, pemerintah daerah, dan seluruh insan Bank Papua,” ujar Fakhiri.

Ia juga meminta agar tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil menjadi fondasi utama dalam menjalankan perusahaan.

Menurut Fakhiri, Bank Papua memiliki posisi strategis karena bukan hanya berfungsi sebagai institusi bisnis, tetapi juga merupakan aset bersama dan bagian dari kebanggaan masyarakat di seluruh Tanah Papua.

Karena itu, setiap kebijakan dan inovasi Bank Papua, kata dia, harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan, terjaganya kepercayaan nasabah, penguatan kinerja keuangan, pengendalian risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Fakhiri juga mendorong percepatan transformasi digital Bank Papua.Namun, transformasi digital tersebut harus dibarengi dengan penguatan keamanan sistem, perlindungan data, serta kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat di daerah pegunungan, pesisir, kepulauan, dan perbatasan tertinggal dalam memperoleh layanan perbankan yang berkualitas,” tegasnya.

Fakhiri menilai, keberadaan Bank Papua harus sejalan dengan semangat pembangunan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua.

Bank Papua diharapkan mampu mendukung penguatan tata kelola pemerintahan, membuka akses ekonomi yang lebih inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat pembangunan hingga ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Ia pun mengajak seluruh kepala daerah selaku pemegang saham untuk mempererat sinergi dalam mendukung pertumbuhan Bank Papua.

Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui pemanfaatan layanan perbankan daerah, pengelolaan keuangan yang transparan, perluasan transaksi nontunai, serta peningkatan pembiayaan bagi sektor produktif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kebersamaan Pemerintah Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan merupakan kekuatan besar untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, memperluas kesempatan usaha, dan mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh Tanah Papua,” kata Fakhiri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bank Papua harus mampu berkembang menjadi bank yang semakin kuat, sehat, kompetitif, dan terpercaya, namun tetap memiliki akar yang kuat di Tanah Papua.

“Harapan kita sederhana, tetapi sangat penting: Bank Papua harus semakin kuat, semakin sehat, semakin kompetitif, terpercaya, dan hadir dekat dengan seluruh masyarakat kita. Mari kita bekerja dengan hati yang tulus, pikiran yang jernih, serta komitmen untuk melayani,” ujarnya.

Fakhiri juga berharap Bank Papua mampu membaca kebutuhan zaman sekaligus memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat yang dilayaninya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan RUPS-LB dan pelantikan jajaran direksi Bank Papua.

Kepada Bertha Affar dan Luhut Selamat Parduhuan, Fakhiri berpesan agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh integritas dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.

“Layani masyarakat dengan hati dan buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dapat diwujudkan menjadi kinerja yang bermanfaat nyata bagi Tanah Papua,” tutup Fakhiri.

(Penulis: Eskop Wisabla)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90