BINTUNI, PAPUA BARAT – Rasa kepedulian terhadap korban ledakan sisa bom Perang Dunia II (PD II) di Biak ditunjukkan oleh seorang pemuda asal Kampung Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Abdullah Abau. Melalui aksi sosial yang digelar di Pasar Sentral Bintuni, Kamis (4/6/2026), ia menggalang bantuan bagi para korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Abdullah Abau yang juga merupakan bagian dari Organisasi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi sosial, dan komunitas di Kabupaten Teluk Bintuni untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
“Kami mengajak semua pihak untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban ledakan bom PD II di Biak,” ujar Abdullah kepada media Papua Bicara di sela kegiatan penggalangan dana.
Menurutnya, semangat gotong royong dan solidaritas harus terus dijaga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Ia menegaskan bahwa bantuan tidak hanya dapat berupa uang, tetapi juga barang kebutuhan yang dapat meringankan beban para korban.
Abdullah juga mengajak generasi muda Papua untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam membantu sesama merupakan wujud nyata persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Bukan hanya untuk korban di Biak, tetapi jika ada musibah di daerah lain, termasuk di luar Papua, kita harus hadir dan siap membantu. Sebagai manusia, kita harus saling menolong dan mendukung satu sama lain,” katanya.
Aksi penggalangan dana tersebut mendapat perhatian warga yang beraktivitas di Pasar Sentral Bintuni.
Abdullah berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu sehingga bantuan yang terkumpul dapat disalurkan kepada para korban dan keluarga yang membutuhkan di Biak.
Melalui aksi kemanusiaan ini, semangat solidaritas dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni.


















