Sumpah Pemuda 2026, Jumain Acang Tantang Pemuda Papua Barat Daya Beraksi Nyata Hadapi Krisis Kekeringan

banner 120x600
banner 468x60

SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 hendaknya tidak berhenti pada seremoni, pengibaran bendera, dan pidato tentang persatuan. Momentum bersejarah ini perlu menjadi panggilan bagi generasi muda untuk turun tangan menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk krisis kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.

Jumain Acang menantang pemuda di Provinsi Papua Barat Daya agar menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan konkret. Menurutnya, nilai persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial harus terlihat melalui kontribusi langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah ancaman kekeringan, pemuda memiliki ruang untuk mengambil peran melalui gerakan solidaritas, penggalangan bantuan air bersih, edukasi penghematan air, serta koordinasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Momentum Sumpah Pemuda juga menjadi kesempatan bagi organisasi kepemudaan untuk memperkuat kolaborasi. Perbedaan latar belakang, suku, maupun organisasi seharusnya tidak menjadi penghalang ketika masyarakat menghadapi persoalan mendasar yang menyangkut kebutuhan hidup.

Jumain Acang menempatkan kepedulian sosial sebagai salah satu ukuran penting bagi semangat kepemudaan. Generasi muda tidak cukup hanya menyampaikan kritik atau gagasan, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam mencari jalan keluar sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.

Krisis kekeringan, dalam konteks ini, menjadi ujian bagi solidaritas dan kepekaan sosial. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, kehadiran pemuda melalui aksi kemanusiaan dapat menjadi bentuk nyata pengamalan nilai persatuan yang diwariskan para pendahulu bangsa.

Selain aksi bantuan jangka pendek, pemuda juga dapat mendorong perhatian terhadap solusi berkelanjutan, seperti perlindungan sumber air, perbaikan fasilitas penampungan, pemanfaatan air hujan, serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya air.

Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah, masyarakat adat, lembaga sosial, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan perlu membangun koordinasi agar penanganan dampak kekeringan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Peringatan Sumpah Pemuda 2026 pada akhirnya perlu menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana semangat persatuan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda Papua Barat Daya memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pewaris sejarah, melainkan juga bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.

Tantangannya jelas: menjadikan ikrar sebagai tindakan, kepedulian sebagai gerakan, dan persatuan sebagai kekuatan untuk membantu masyarakat melewati masa sulit.

banner 325x300
Penulis: Usman Nopo Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90