Ditbinmas Polda Papua Barat Daya Lindungi Generasi Muda, Pelajar SMK Negeri 1 Sorong Dibekali Bahaya Narkoba dan Penipuan Online

banner 120x600
banner 468x60

SORONG – Ancaman narkoba dan kejahatan digital semakin mengintai generasi muda. Di tengah derasnya arus pergaulan dan perkembangan teknologi, para pelajar dituntut tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan diri agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan.

Menyikapi ancaman tersebut, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Papua Barat Daya turun langsung ke lingkungan pendidikan dengan menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan penipuan online bagi para pelajar SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIT tersebut dipimpin AKP Oktavianus, S.H., bersama sejumlah personel Ditbinmas Polda Papua Barat Daya. Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk membangun kesadaran hukum dan melindungi generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Ditbinmas memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, mulai dari dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, kehancuran masa depan pendidikan, rusaknya hubungan keluarga, hingga konsekuensi hukum yang harus dihadapi para pelakunya.

Para pelajar juga diajak membangun karakter disiplin, bertanggung jawab, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk ajakan penyalahgunaan narkoba.

Pesan yang ditekankan dalam kegiatan ini jelas: jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya demi kesenangan sesaat. Sebab, sekali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dampaknya dapat merusak banyak aspek kehidupan.

Waspada Penipuan Online, Jangan Sembarangan Berikan Data Pribadi

Tidak hanya narkoba, Ditbinmas Polda Papua Barat Daya juga mengingatkan para siswa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online yang semakin marak memanfaatkan teknologi digital.

Personel kepolisian menjelaskan sejumlah modus kejahatan siber, seperti tawaran hadiah palsu, tautan mencurigakan, akun media sosial palsu, penipuan jual beli online, hingga permintaan data pribadi dan kode OTP.

Para siswa diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau tawaran dari orang yang tidak dikenal, tidak sembarangan membuka tautan mencurigakan, serta tidak membagikan informasi pribadi yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Di era digital, satu kelalaian kecil dalam menjaga keamanan data dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk menguras rekening, mengambil alih akun, bahkan menyalahgunakan identitas seseorang.

Karena itu, kepolisian mendorong para pelajar agar menggunakan media sosial secara bijak, kritis dalam menerima informasi, serta selalu memastikan kebenaran setiap informasi sebelum mengambil tindakan.

Polisi Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Hukum

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga berupaya mencegah kejahatan melalui edukasi dan pembinaan sejak dini.

Melalui sosialisasi tersebut, Ditbinmas Polda Papua Barat Daya berharap para siswa SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong dapat menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Para pelajar juga diharapkan mampu meneruskan pesan-pesan positif kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitarnya agar semakin banyak masyarakat memahami bahaya narkoba serta pentingnya menjaga keamanan di ruang digital.

Sementara itu, Kasubbid PID Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, menjadi narasumber dalam penyampaian informasi kegiatan tersebut.

Polda Papua Barat Daya melalui Ditbinmas berkomitmen memperkuat pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk melalui lingkungan pendidikan, sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sebab, masa depan generasi muda tidak boleh dibiarkan terancam oleh narkoba maupun kejahatan digital. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kecerdasan dan karakter, sementara ruang digital harus menjadi sarana belajar dan berkarya, bukan ladang bagi para pelaku kejahatan.

Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, sinergi kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi Papua Barat Daya yang cerdas, berkarakter, taat hukum, berprestasi, serta bebas dari narkoba.

Papua Bicara

banner 325x300
Penulis: Humas Polda Papua Barat Daya Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90