Rico Sia Dorong Penguatan Kriya Lokal Papua Barat Daya Lewat HAKI

banner 120x600
banner 468x60

SORONG — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya Dr. Rico Sia, M.Si., secara resmi membuka rangkaian kegiatan  pengembangan sumber daya lokal untuk usaha kreatif berbasis Kriya, pada Kamis (5/11/2026) berlangsung di salah satu hotel di kabupaten Sorong Papua Barat Daya.

Kegiatan diinisiasi oleh Dr. Rico Sia, M.Si. Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil): Papua Barat Daya Komisi di DPR RI: Anggota Komisi VII dan mitra kolaborasi direktur Kriya Deputi bidang kreativitas budaya dan desain kementerian ekonomi kreatif/ badan ekonomi kreatif Republik Indonesia RI.

Kegiatan bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal agar mampu bersaing di era digital.

Dalam sambutannya Dr. Rico Sia, M.Si.  menegaskan bahwa sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya harus diintegrasikan secara berkesinambungan agar mampu menjadi motor penggerak perekonomian baru yang menyejahterakan masyarakat di Papua Barat Daya.

“Pariwisata, ekonomi kreatif, and UMKM adalah satu kesatuan produk yang saling mendukung. Jika pariwisata menyelenggarakan kegiatan, maka UMKM-nya harus hidup dan ikut bergerak,” ujar Rico Sia.

Ia juga menambahkan bahwa para pelaku usaha di daerah, mulai dari skala kecil hingga menengah, harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, meningkatkan kualitas produk lokal, serta tidak terus-menerus bergantung pada anggaran pemerintah.

Pemerintah pusat melalui bermacam program kolaborasi bersama kementerian terkait senantiasa berupaya memberikan ruang, ide, serta gagasan agar masyarakat dapat berkreativitas secara mandiri.

Hadirkan Pelatihan Kuliner, Kriya, hingga Promosi Digital

Rangkaian pembukaan kegiatan ini meliputi berbagai program pelatihan aplikatif, seperti pelatihan inovasi kuliner lokal (termasuk olahan berbahan dasar sagu), pengembangan kerajinan tangan berbasis kriya, hingga workshop pembuatan konten kreatif (reels dan video pendek) untuk memperkuat strategi promosi digital para pelaku usaha.

Langkah ini dinilai krusial agar produk-produk unggulan asal Papua Barat Daya—baik di sektor kuliner, kriya, maupun seni budaya—dapat menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga berpeluang merambah kancah internasional.

Menggali Potensi Lokal Papua Barat Daya: Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Penguatan Produk Kriya Melalui Kekayaan Intelektual

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan lintas sektor, baik lembaga legislatif maupun eksekutif, guna menggerakkan perekonomian nasional yang berawal dari daerah.

Hal tersebut dikemukakan  oleh Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dadam Mahdari, disaat turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus  dalam kunjungannya ke Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam sambutannya, Dadam Mahdari menyampaikan salam hangat dari Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif kepada seluruh undangan dan peserta yang hadir.

Ia mengapresiasi kekayaan budaya, tradisi, keterampilan, serta keindahan alam Papua Barat Daya yang menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.

“Setiap daerah memiliki cerita dan keunikan yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya sebuah karya. Hari ini kami hadir di Provinsi Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Sorong, yang ternyata menjadi kabupaten induk dari enam kabupaten di sini,” ujar Dadam.

Kemenekraf mencatat bahwa sektor kriya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kebudayaan lokal, termasuk sektor pariwisata dan fesyen. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, legislatif, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh.

Menjaga Keaslian Kriya Lokal Menuju Hak Kekayaan Intelektual

Lebih lanjut, Dadam menekankan pentingnya memberikan nilai tambah (value added) pada produk ekonomi kreatif agar memiliki keunikan dan daya saing yang berbeda dari produk biasa. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah perlindungan produk lokal melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Ia memberikan contoh bagaimana produk khas daerah seperti mahkota adat dapat dikembangkan dengan sentuhan inovasi dan desain tanpa melanggar akar budaya atau pakem aslinya.

Jika mahkota adat mulanya merupakan hak kekayaan komunal milik bersama, maka melalui penambahan inovasi desain, produk tersebut dapat dicatatkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual Personal.

“Ketika mahkotanya hak kekayaan komunal milik kita bersama, tetapi ketika diberikan inovasi dan nilai tambah desain oleh kita, maka itu bisa dicatatkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual personal,” jelasnya.

Transformasi 21 Subsektor Ekonomi Kreatif
Kemenekraf saat ini menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya subsektor kriya, kuliner, fesyen, seni rupa, seni pertunjukan, arsitektur, desain produk, desain grafis, hingga desain interior.

Pertumbuhan ini diharapkan mampu menciptakan ruang tumbuh yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku usaha kreatif di daerah.

Melalui program pendampingan yang terbagi menjadi tiga kategori—yaitu tahap rintisan, berdaya, hingga mandiri pemerintah berkomitmen mendampingi para pelaku usaha hingga produk mereka siap menembus pasar ekspor.

Selain itu, Kemenekraf juga menyediakan platform digital EkrafHub untuk memuat profil para pelaku kreatif beserta katalog produk unggulan mereka secara nasional.

Dadam menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dr. Rico Sia, M.Si., atas dukungan dan inspirasinya bagi kemajuan ekonomi kreatif di Papua Barat Daya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang kokoh untuk memperkuat kapasitas para pelaku kriya, melahirkan produk-produk inovatif, serta menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan utama ekonomi masyarakat.  

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat kapasitas para perajin kriya, mendorong lahirnya produk-produk kreatif yang inovatif, serta menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan pembukaannya dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya adalah Yusdi Nurdin Lamatenggo, S.Pi., M.Si. perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispora Parekraf), para kepala dinas, narasumber dan peserta kegiatan dari berbagai komunitas usaha lokal di kabupaten Sorong wilayah Papua Barat Daya.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan komitmen berkelanjutan dari Komisi VII DPR RI dalam mendampingi masyarakat Papua Barat Daya.

Kolaborasi erat antara legislatif (DPR RI), eksekutif (kementerian/pemerintah daerah), serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ekonomi kerakyatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir para wirausahawan baru yang tangguh, inovatif, dan melek teknologi, sehingga bermuara pada peningkatan pendapatan serta kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Penulis Eskop Wisabla/ wartawan papaubicara.co.id

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90