Dr. Rico Sia Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Kreatif di Papua Barat Daya

banner 120x600
banner 468x60

Aimas— Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya Dr. Rico Sia, M.Si., terus berkomitmen menggerakkan potensi ekonomi kerakyatan di daerah pemilihannya.

Melalui program pelatihan dan workshop kewirausahaan ekonomi kreatif, masyarakat didorong untuk mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.  

Disaat wawancara wartawan Dr. Rico Sia mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten berbagai program pelatihan terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kerajinan lokal. Kegiatan ini merupakan buah dari kolaborasi strategis antara Komisi VII DPR RI dan ekonomi kreatif.  

Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya diselenggarakan di Papua Barat Daya, tetapi juga telah sukses dilaksanakan di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tujuan utamanya adalah menumbuhkan ekosistem wirausaha baru yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di sektor kriya dan kerajinan.

“Apa maksud dan tujuannya? Kita ingin agar muncul pengusaha-pengusaha baru di bidang kerajinan tentunya. Pelatihan-pelatihan ini bukan hanya untuk pengusaha baru, kami berkeinginan bahwa akan tercipta munculnya pengusaha-pengusaha baru, tetapi bukan hanya di situ saja; kepada mereka yang sudah mempunyai usaha kemudian dapat berkembang,” ujar Dr. Rico Sia.

Transformasi Pola Pikir Pasca-Pandemi

Dalam keterangannya, di sela-sela kegiatan pengembangan sumber daya lokal untuk usaha kreatif berbasis Kriya, digelar di kabupaten Sorong Papua Barat Daya, Kamis (5/11/2026), Dr. Rico Sia menyoroti adanya perubahan paradigma yang signifikan di tengah masyarakat, khususnya setelah masa pandemi COVID-19 yang lalu.

Jika sebelumnya banyak masyarakat yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap lapangan kerja formal atau bantuan pemerintah, kini tren tersebut mulai bergeser ke arah yang jauh lebih produktif.

Masyarakat kini mulai menunjukkan antusiasme yang tinggi serta memberikan respon yang positif terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi.

Inovasi, kreativitas, dan penciptaan gagasan baru menjadi fondasi utama bagi warga untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

“Kebanyakan masyarakat sudah mulai mengerti. Dulunya yang tadinya mereka berkeinginan bergantung kepada pemerintah, dengan perubahan yang terjadi karena COVID yang lalu, mereka sudah mulai dengan inovasi, kreasi, ide gagasan yang baru sehingga mereka tidak lagi berpikiran bagaimana bergantung dengan pemerintah, tapi mereka kita ajarkan bagaimana lebih kepada menggunakan ide, gagasan dan apa yang ada di sekeliling kita untuk kemudian menghasilkan satu kreasi yang ekonomi kreatif ataupun UMKM baru sehingga mereka kemudian bisa mensejahterakan kehidupan berkeluarganya,” jelasnya.

Melalui pendampingan yang intensif, pelaku usaha kerajinan dan kreatif ekonomi lokal  diajak untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Hasil olahan dari ide-ide kreatif tersebut diharapkan mampu menjelma menjadi produk UMKM bernilai ekonomis tinggi, mulai dari tingkat rintisan hingga mandiri sepenuhnya.

Motivasi dan Niat Kuat Menjadi Kunci Utama

Ketika disinggung mengenai tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sektor wirausaha di daerah, Dr. Rico Sia menegaskan bahwa hambatan utama bukanlah pada ketersediaan sumber daya fisik, melainkan pada niat dan komitmen individu itu sendiri.

Ia menekankan pentingnya kehadiran peserta dengan niat yang sungguh-sungguh, bukan sekadar hadir secara pasif untuk mendengarkan lalu pulang tanpa aksi nyata. Oleh karena itu, para narasumber yang dihadirkan merupakan tenaga ahli dan profesional di bidangnya, sehingga ilmu yang dibagikan dapat langsung diimplementasikan ke dalam praktik bisnis nyata.

“Tantangan sumber daya sebenarnya tidak ada, yang penting semuanya punya niat yang kemudian mereka mau laksanakan. Bukan hanya datang, dengar, duduk, dengar dan kemudian pulang begitu saja. Justru apa yang kita berikan ilmu dengan narasumber yang tentunya sudah profesional ya, semuanya kemudian bisa langsung mengimplementasikan dengan kegiatan-kegiatan dan melalui ide-ide yang muncul dari pikiran mereka. Jadi enggak ada tantangan yang tertentu,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari legislatif, diharapkan sektor ekonomi kreatif di Papua Barat Daya dapat terus melahirkan wirausahawan tangguh yang mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan ini Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dr. Rico Sia, M.Si.,  menggandeng Direktorat Kriya, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.(*) Penulis Eskop Wisabla/wartawan Papuabicara.com

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90