Gubernur Resmi Lantik Badan PengurusDewan Kesenian Papua Barat Daya, Ketua Marthen “Suarakan Seniman dan Budayawan”

banner 120x600
banner 468x60

SORONG- Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, secara resmi melantik  Badan Pengurus Harian untuk masa bakti periode 2026–2031. Kegiatan pelantikan badan pengurus dan penutupan kongres Ke-I dewan kesenian provinsi Papua Barat Daya, berlangsung di Hotel panorama kota Sorong, Kamis (5/11/2026) malam.

Seusai melantik dalam sambutannya gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan selamat atas suksesnya rangkaian kegiatan Kongres I Dewan Kesenian Provinsi Papua Barat Daya. Acara yang berlangsung dalam suasana aman, damai, penuh kekeluargaan, serta diliputi suka cita ini dinilai sebagai sebuah anugerah besar yang patut disyukuri bersama.  

Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa kelancaran seluruh agenda penting ini—khususnya Kongres I Dewan Kesenian Papua Barat Daya serta pelantikan para seniman dan budayawan—merupakan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pihak, mulai dari panitia penyelenggara, para seniman di pinggir jalan,  hingga semua elemen masyarakat yang telah berjuang menyukseskan acara ini dari awal hingga akhir.  

Momentum Bersejarah Bagi Seniman dan Budayawan

Kongres ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru dan meletakkan  dasar yang kokoh bagi perjalanan kelembagaan seni dan budaya di wilayah Papua Barat Daya.

Elisa Kambu, mengingatkan bahwa masyarakat Papua dianugerahi kekayaan seni, budaya, serta talenta yang luar biasa dari Sang Pencipta.  

“Ini adalah anugerah Tuhan melalui kekayaan budaya dan seni yang dimiliki oleh negeri ini, yang mungkin selama ini terpendam atau belum terangkat sepenuhnya,” ujar Gubernur.   

Melalui forum ini, para seniman dan budayawan diingatkan untuk sadar dan meyakini bahwa mandat yang diterima lewat forum resmi harus menjadi titik awal untuk mulai berbenah. Seni dan budaya bukan sekadar hiasan atau pelengkap, melainkan aset utama, identitas, dan pembeda masyarakat Papua Barat Daya dengan wilayah nusantara lainnya.  

Menjaga Eksistensi di Era Globalisasi

Kesempatan itu gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Menyoroti, Di tengah arus globalisasi dan era digital yang membawa perubahan sangat cepat, tantangan terbesar bagi generasi muda Papua adalah bagaimana agar tidak kehilangan identitas asalnya.  Orang Papua dapat pergi ke mana saja dan berkarya di berbagai bidang, namun tidak boleh melupakan akar budaya mereka,” pesan Kambu,

Lebih lanjut dia tambahkan, Pemerintah berpesan agar para generasi muda, seniman, serta budayawan terus merawat, memelihara, dan mengembangkan warisan leluhur tersebut.

”  Seni lukis, seni tari, sastra, dan berbagai karya seni lainnya harus terus didukung, didokumentasikan, serta ditampilkan dalam berbagai ruang publik dan pameran.  

Konsolidasi dan Program Kerja ke Depan
Sebagai tindak lanjut dari kongres, gubernur berharap agar kepengurusan yang baru saja dilantik dapat segera merumuskan program kerja strategis yang berfokus pada pembinaan generasi muda.

” Konsolidasi organisasi harus dimulai dari tingkat bawah, merangkul para seniman, pelukis, penari, hingga sastrawan di berbagai kabupaten/kota se-Papua Barat Daya.  

Ia Elisa Kambu, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, para seniman, serta tamu undangan termasuk perwakilan seniman dari Yogyakarta—yang turut hadir dan memeriahkan acara bersejarah ini.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah strategis dalam memajukan kebudayaan dan kesenian lokal demi kesejahteraan masyarakat. Ujar gubernur Papua Barat Daya dan diakhir
sambutannya menutup kongres ke-I dewan kesenian secara Resmi.

Sementara itu, ketua terpilih Dewan Kesenian Papua Barat Daya, Marthen Iek, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa Dewan Kesenian Papua Barat Daya (PBD) akhirnya resmi terbentuk setelah melalui proses panjang. Kepengurusan baru ini sekaligus dilantik secara langsung pada malam hari ini.

Ketua Dewan Kesenian Papua Barat Daya terpilih menyampaikan bahwa pembentukan lembaga ini merupakan representasi dari anak negeri, orang Papua, serta secara khusus mewakili tujuh suku yang ada di wilayah Domberai.

Perjuangan Panjang Menuju Pembentukan Dewan Kesenian

Marthen mengungkapkan bahwa pembentukan Dewan Kesenian Papua Barat Daya berakar dari perjuangan para seniman dan budayawan di Sorong Raya (sebelum adanya Provinsi Papua Barat Daya). Sejak era Irian Jaya, rekomendasi pertama telah dikeluarkan kepada sejumlah kelompok seniman dan budayawan di Sorong Raya.

Lebih lanjut katanya, Perjuangan tersebut terus berjalan dari waktu ke waktu hingga pemekaran Provinsi Papua Barat, di mana rekomendasi kedua kembali dikeluarkan. Tokoh seniman kalah itu dan rekomendasi ini terus berjalan hingga akhirnya pada tahun 2022 Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi dibentuk.

Meski para seniman dan budayawan terus bergerak dan berjalan tanpa beban berarti, mereka kerap dihadapkan pada kondisi tanpa arah yang pasti, terutama dalam hal ketiadaan wadah representatif yang menaungi eksistensi seni di Papua Barat Daya.

“Hari demi hari, waktu demi waktu, seniman Papua Barat Daya berjalan di emperan toko, berjalan di trotoar, dan di pinggiran jalan. Mereka terus diabaikan dan berjalan tanpa arah, hanya berimpi di siang bolong kapan seniman dan budayawan di Papua Barat Daya bisa memiliki lembaga representatif dan sarana yang mumpuni,” ujar ketua terpilih

Apresiasi dan Harapan kepada Pemerintah Provinsi

Dengan hadirnya Provinsi Papua Barat Daya, para seniman sempat mengadakan rapat dan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya. Berdasarkan dasar tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan rekomendasi kepada sejumlah seniman dan budayawan.

Melalui kesempatan ini, badan pengurus
dewan kesenian menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya kepada Gubernur Elisa Kambu, S.Sos., yang telah membuka diri untuk menerima kehadiran para seniman dan budayawan.

“Melalui forum-forum terbatas yang telah dilakukan, kami berdiskusi bagaimana seniman di Papua Barat Daya harus ada di tempat yang pantas, sama seperti organisasi perangkat daerah lainnya,” ungkapnya.

Rincian Peserta dan Tamu Undangan Kongres

Kongres pembentukan Dewan Kesenian Papua Barat Daya ini diikuti oleh sebanyak 100 orang peserta. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh lebih dari 150 orang panitia, peninjau, dan tamu undangan.

Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya tamu spesial dari kalangan seniman dan budayawan asal Yogyakarta serta dari luar negeri yang turut memantau jalannya kongres, mengingat Dewan Kesenian Papua Barat Daya sangat identik dengan kekayaan seni orang asli Papua,” jelas ketua terpilih.

Iek, mengajak seluruh pengurus, anggota, serta pemerintah untuk bersama-sama menjaga dan memajukan harkat dan martabat seni budaya orang Papua di tanah Papua Barat Daya agar senantiasa menjadi kebanggaan dan representasi identitas masyarakat adat setempat,” pungkasnya.

Kesempatan itu, para Badan pengurus dewan kesenian provinsi Papua Barat Daya secara resmi menyerahkan enam rekomendasi kebijakan strategis kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Penyerahan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dan kesenian daerah agar menjadi fondasi utama dalam pembangunan di wilayah DOB (Daerah Otonomi Baru) tersebut.

Penyampaian rekomendasi ini disampaikan langsung oleh Rita Nack, meliputi Enam Pokok Rekomendasi Kebijakan Berdasarkan pertimbangan mendalam mengenai potensi dan tantangan kebudayaan lokal, Dewan Kesenian Papua Barat Daya merumuskan enam poin rekomendasi strategis bagi Gubernur Provinsi Papua Barat Daya:

Diantaranya Pembentukan Dinas Kebudayaan sebagai Perangkat Daerah yang Berdiri Sendiri
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya direkomendasikan untuk membentuk Dinas Kebudayaan yang terpisah dari urusan pemerintah lainnya agar fokus dalam pengelolaan kebudayaan.

Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus)
Alokasi khusus dukungan pendanaan otonomi khusus diarahkan untuk operasional Dewan Kesenian serta pengembangan sanggar seni dan budaya di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Pembangunan Infrastruktur Seni
Pembangunan Taman Budaya dan Gedung Kesenian yang representatif di Provinsi Papua Barat Daya.

Pendirian Museum Provinsi Papua Barat Daya Pembangunan museum sebagai pusat identitas dan memori kolektif masyarakat adat serta sejarah lokal Papua Barat Daya.

Penyediaan Anggaran dan Ruang Ekspresi Seniman Lokal
Penyediaan ruang apresiasi serta keberpihakan khusus terhadap seniman lokal dalam setiap penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya yang dibiayai oleh pemerintah daerah.

Pembentukan Lembaga Pendidikan Berbasis Seni dan Budaya Mendirikan sekolah atau institusi pendidikan formal yang mengintegrasikan muatan seni dan budaya lokal.

Kebudayaan sebagai Fondasi Utama Pembangunan Dalam naskah rekomendasi tersebut, ditekankan bahwa sudah saatnya kebudayaan tidak hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan daerah, tetapi ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Provinsi Papua Barat Daya.

Melalui komitmen bersama antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat adat, seniman, budayawan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kebudayaan Papua Barat Daya dapat terus hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Penulis Eskop Wisabla wartawan Papuabicara.com

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90