Tak Sekadar Terangi Papua, Srikandi PLN Hadir Membawa Harapan bagi Ibu dan Anak di Sorong

banner 120x600
banner 468x60

SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Semangat itulah yang ditunjukkan Srikandi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong melalui program Srikandi PLN Peduli yang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Sorong.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., M.A.P., dalam sambutannya pada kegiatan Srikandi PLN Tahun 2026 di Kota Sorong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran manajemen PLN, pemerintah daerah, serta ratusan penerima manfaat.

Bagi Pemerintah Kota Sorong, aksi tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran PLN di Tanah Papua tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi listrik. PLN juga menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama kesehatan ibu hamil, bayi, dan anak-anak.

“Ini adalah bukti bahwa PLN hadir di Papua dan Papua Barat Daya, secara khusus untuk kita di Kota Sorong. Kehadiran PLN tidak hanya menerangi kota saja, tetapi juga memberikan harapan, kepedulian, serta kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya ibu dan anak,” ujar Jemima Elisabeth Lobat.

Menurutnya, Kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya sekaligus pusat pemerintahan, perekonomian, dan pariwisata menghadapi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Persoalan stunting, gizi kurang, dan gizi buruk tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan dunia usaha, tenaga kesehatan, serta masyarakat.

Jemima menegaskan, kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Ibu hamil membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta asupan gizi yang memadai, sementara bayi dan balita memerlukan pemenuhan nutrisi dan akses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

Melalui program Srikandi PLN Peduli, pemeriksaan kesehatan dan pemberian bantuan bahan makanan penunjang gizi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu hamil dan balita. Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kota Sorong memiliki jumlah penduduk sebanyak 304.389 jiwa. Tercatat 5.111 bayi berusia 0–11 bulan, 26.549 balita, dan 5.499 ibu hamil. Data yang sama juga mencatat 427 bayi dengan stunting, 104 balita dengan gizi buruk, serta 338 balita dengan gizi kurang.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat akar rumput, Kota Sorong memiliki 118 Posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 Posyandu telah menerapkan pelayanan berbasis siklus hidup yang mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Sementara itu, empat Posyandu telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pemerintah Kota Sorong berharap kegiatan sosial seperti yang dilakukan Srikandi PLN tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan kepedulian yang berkelanjutan. Pemkot melalui Dinas Kesehatan dan Tim Pembina Posyandu juga berencana memperluas kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Atas nama Pemerintah Kota Sorong, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua Srikandi PT PLN (Persero) beserta seluruh jajaran, General Manager, dan manajemen PLN atas kepedulian dan aksi positif ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan dampak yang besar bagi masyarakat Kota Sorong,” tutup Jemima.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar program dan angka. Dibutuhkan kepedulian yang konsisten, kerja sama lintas sektor, serta keberanian untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Sebab, masa depan Sorong yang lebih sehat dimulai dari ibu yang terlindungi, anak yang tercukupi gizinya, dan generasi yang memperoleh kesempatan tumbuh secara optimal.

Penulis: Eskop Wisabla

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90