Robert Wanma Soroti Pasar Modern Sorong Barat: Uang Rakyat Jangan Jadi Aset Mati

banner 120x600
banner 468x60

SORONG — Kondisi keamanan dan pengelolaan aset pemerintah di kawasan Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, mendapat sorotan tajam dari Anggota DPR Otonomi Khusus (Otsus) Papua Barat Daya, Robert Wanma.

Robert menilai pembongkaran Kantor Distrik Sorong Barat yang terjadi baru-baru ini menjadi salah satu indikasi lemahnya pengawasan terhadap fasilitas publik dan keamanan di kawasan Pasar Modern Sorong Barat.

Menurutnya, situasi tersebut memprihatinkan karena warga dan pelaku usaha disebut harus menjalankan aktivitas di tengah kekhawatiran terhadap aksi kriminal.

“Masyarakat di sana sudah takut, setiap malam hidup dalam ketakutan. Bahkan fasilitas publik seperti lampu-lampu penerangan jalan (PJU) saja bisa dicabut dan dicuri. Tempat yang harusnya jadi pusat ekonomi justru mencekam,” tegas Robert kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Selain persoalan keamanan, Robert juga mempertanyakan pengelolaan Pasar Modern Sorong Barat yang dibangun dengan anggaran negara bernilai miliaran rupiah.

Ia menyayangkan fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal dan terkesan dibiarkan tanpa pengelolaan serta perawatan yang memadai.

“Ini uang rakyat, uang negara yang dipakai habis-habis untuk bikin pasar, lalu tidak dimanfaatkan dan tidak dirawat. Kasihan mama-mama Papua setengah mati cari tempat jualan, kenapa pasar sebesar itu disia-siakan?” ujarnya.

Robert juga mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah dalam melakukan efisiensi anggaran dan menyusun prioritas pembangunan. Menurut dia, keberadaan fasilitas yang sudah dibangun seharusnya menjadi pertimbangan sebelum pemerintah mengarahkan anggaran untuk pembangunan fasilitas serupa di lokasi lain.

Persoalan tersebut, lanjutnya, tidak hanya menyangkut aset pemerintah, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyebut sejumlah ruko di kawasan tersebut terpaksa tutup atau ditinggalkan penyewa akibat kekhawatiran terhadap aksi pembongkaran dan pencurian, terutama pada malam hari.

Robert bahkan menyoroti informasi mengenai dugaan aksi pembegalan yang disebut terjadi pada siang hari di kawasan tersebut.

“Kondisinya parah, siang hari jam 8 saja orang bisa dibegal di sana. Bagaimana pedagang mau berani jualan kalau tempatnya saja tidak aman? Kepada siapa lagi masyarakat harus mengadu jika kondisi keamanan terus seperti ini?” katanya.

Atas kondisi tersebut, Robert meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan dan patroli di kawasan Sorong Barat, khususnya di sekitar Pasar Modern dan fasilitas publik yang dinilai rawan.

Ia meminta Kapolda Papua Barat, Kapolresta Sorong, serta Kapolsek Sorong Barat mengambil langkah konkret untuk memastikan keamanan masyarakat dan mencegah berulangnya aksi kriminal maupun pembongkaran fasilitas pemerintah.

“Kami minta Kapolda yang baru, Kapolresta, Kapolsek, hingga Kepala Distrik untuk pasang mata dan beri perhatian khusus. Jangan biarkan pembongkaran kantor distrik dan aksi kriminalitas dianggap angin lalu. Tindak tegas dan kembalikan rasa aman bagi warga Sorong Barat,” pungkasnya.

Penulis: Eskop Wisabla

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90