YAHUKIMO, — Kemarau panjang mulai memukul aktivitas pertanian masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tanaman lokal mengering dan hasil kebun menurun, sementara stok bahan makanan pokok di sejumlah toko dan kios ikut menipis.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Wakil Bupati Esau Miram, S.IP., menyalurkan bantuan berupa beras dan uang kepada masyarakat di enam distrik terdampak.
Enam distrik tersebut meliputi Kurima, Tangma, Mugi, Yogosem, Werima, dan Ukha. Bantuan disalurkan dari Wamena sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah membantu warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat kekeringan.
Esau mengatakan bantuan tersebut bukan berasal dari program bantuan sosial maupun stok gudang dinas. Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk merespons kondisi masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
“Bantuan ini bukan dari Bansos atau dari gudang dinas. Ini merupakan upaya pemerintah untuk menangani kondisi musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan tanaman lokal dan berkurangnya stok beras di sejumlah toko dan kios di daerah,” ujar Esau. Kamis, (10/9/2026).
Menurut Esau, pemerintah daerah memahami beban yang dirasakan masyarakat. Karena itu, Pemkab Yahukimo terus berupaya memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia.
“Melihat situasi masyarakat yang susah mendapatkan makanan secara normal, kami pemerintah juga menjadi beban besar. Karena itu, kami terus melakukan langkah dan proses upaya,” katanya.
Ia menegaskan bantuan harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, meski jumlah bantuan terbatas, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Hari ini kami bisa membantu enam distrik. Bantuan ini juga harus sampai kepada masyarakat supaya mereka bisa mendapatkan bagian dan sedikit membantu mengatasi serta mengurangi beban hidup masyarakat,” ujar Esau.
Di tengah kondisi tersebut, Esau mengajak masyarakat, pemerintah kampung dan gereja untuk bersama-sama berdoa agar kemarau segera berakhir. Ia berharap hujan kembali turun sehingga kebun masyarakat dapat berproduksi dan distribusi bahan makanan pokok kembali normal.
“Kami berharap masyarakat, pemerintahan kampung, bersama gereja, kita sama-sama berdoa agar Tuhan mendengar dan mengabulkan doa kita. Semoga ada jalan keluar dari musim yang membuat semua orang panik dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Esau juga mengingatkan masyarakat mengenai kondisi efisiensi anggaran yang turut dihadapi Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Karena itu, setiap bantuan yang tersedia harus digunakan secara tepat dan dibagikan secara merata.
“Apa pun dan berapa pun yang bisa dibantu harus dipergunakan dengan baik dan dibagikan secara merata kepada masyarakat. Jangan melihat dari berapa banyak jumlahnya dan berapa nilainya, tetapi lihatlah bahwa itu merupakan bagian dari berkat yang harus kita syukuri,” tegasnya.
Kabupaten Yahukimo memiliki 51 distrik. Sebagian besar wilayah berada di luar ibu kota kabupaten, Dekai. Di tengah tekanan kemarau, masyarakat di berbagai distrik tetap mengandalkan aktivitas berkebun sebagai salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan pangan.
Pemkab Yahukimo berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah tekanan kemarau panjang yang berdampak terhadap pertanian dan ketersediaan pangan warga.
(Penulis: Eskop Wisabla/









