TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT — Menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar pertandingan bola voli bertajuk Marhaen Cup I 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk mempererat persaudaraan, mengasah mental bertanding, serta menumbuhkan semangat persatuan melalui olahraga.
Sekretaris Caretaker GMNI Teluk Bintuni, Igna G. Orosomna, menyampaikan hal tersebut pada Kamis malam (15/10/2026). Menurutnya, penyelenggaraan turnamen ini bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, melainkan juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
Pertandingan yang berlangsung pada 15–24 Oktober 2026 itu menerapkan sistem gugur. Panitia melibatkan tim putra dan putri dari kalangan mahasiswa serta pemuda di Kabupaten Teluk Bintuni untuk berkompetisi sekaligus membangun kebersamaan.
Igna menjelaskan bahwa olahraga mengajarkan banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kekompakan, pengendalian diri hingga ketangguhan mental. Karena itu, ia berharap setiap peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
“Menang dan kalah itu hal biasa dalam pertandingan. Yang menang kita sanjung, yang kalah kita dukung,” demikian pesan yang disampaikan Igna untuk menanamkan semangat persaudaraan di antara para peserta.
Ia menilai Kabupaten Teluk Bintuni memiliki banyak pemuda berbakat yang menaruh minat terhadap olahraga bola voli. Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan agar berkembang menjadi prestasi yang membanggakan daerah.
Menurut Igna, Marhaen Cup I 2026 merupakan salah satu langkah GMNI untuk menghadirkan ruang tersebut. Melalui kompetisi ini, organisasi mahasiswa itu ingin mendorong pemuda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga tampil sebagai pelaku yang aktif membangun kehidupan sosial dan kemajuan daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa GMNI menyelenggarakan kegiatan tersebut tanpa sponsor dari pemerintah. Meski menghadapi keterbatasan dukungan, kondisi itu tidak menyurutkan semangat organisasi untuk menjalankan agenda yang telah direncanakan.
Bagi GMNI, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Semangat tersebut sejalan dengan motto organisasi, “Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang,” yang menekankan pentingnya menyatukan gagasan, keberanian, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Igna menegaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung sekaligus garda terdepan dalam pembangunan daerah. Karena itu, ia mengajak generasi muda Teluk Bintuni untuk bangkit, bersatu, dan bergandengan tangan demi memajukan daerah yang mereka cintai, Sisar Matiti, Kabupaten Teluk Bintuni.
Melalui Marhaen Cup I 2026, GMNI berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai seremonial tahunan. Semangat itu harus hidup dalam persaudaraan, sportivitas, dan kerja nyata. Sebab, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemauan generasi mudanya untuk bergerak bersama.
Merdeka! GMNI Jaya! Marhaen Menang!

















