MANOKWARI, PAPUA BARAT — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Pegunungan Arfak, Lukas Dowansiba, S.Sos., MA., resmi membuka kegiatan Penguatan BUM Desa dan Lembaga Ekonomi Desa Lainnya di Tingkat Kabupaten pada Provinsi Papua Barat Tahun Anggaran 2026, melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung (TEKAD).
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Niu Manokwari, Selasa siang (6/10/2026), dan diikuti sekitar 70 peserta yang merupakan perwakilan dari sejumlah kampung di Kabupaten Pegunungan Arfak.
Dalam sambutannya, Lukas Dowansiba menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Program TEKAD yang telah memberikan dukungan bagi penguatan lembaga ekonomi kampung.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Program TEKAD,” ujar Lukas.
Menurutnya, Kabupaten Pegunungan Arfak menjadi salah satu dari sepuluh kabupaten pelaksana kegiatan tersebut. Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di kampung masing-masing.
Lukas menegaskan bahwa kampung merupakan fondasi penting pembangunan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Daerah tersebut memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari hasil pertanian dan hortikultura dataran tinggi, kopi, sayur-mayur, buah-buahan, kerajinan, hingga keindahan alam dan budaya yang berpotensi menjadi sektor pariwisata.
“Potensi itu baru bernilai kalau dikelola dengan baik, memiliki dasar hukum yang jelas, direncanakan dengan matang, dan dipasarkan dengan tepat,” katanya.
Ia menilai keberadaan BUM Kampung dan lembaga ekonomi kampung lainnya memiliki posisi strategis dalam mengelola berbagai potensi tersebut.
“BUM Kampung harus menjadi penggerak ekonomi yang membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menambah Pendapatan Asli Kampung,” tegasnya.
Lukas kemudian menitipkan sejumlah pesan kepada para peserta. Ia meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin serta tidak malu bertanya kepada para narasumber.
“Bawa masalah nyata dari kampung masing-masing ke ruang diskusi. Narasumber yang hadir adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dibawa pulang dan dipraktikkan di kampung masing-masing.
Selain itu, Lukas mengajak seluruh peserta menjaga nama baik Kabupaten Pegunungan Arfak, membangun kekompakan, serta saling berbagi pengalaman.
“Pengalaman satu kampung bisa menjadi inspirasi bagi kampung lain,” katanya.
Kepada para narasumber, Lukas berharap materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana serta menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kondisi masyarakat dan kampung di Pegunungan Arfak.
Sementara kepada panitia, ia menyampaikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan penguatan BUM Kampung Program TEKAD 2026 ini melibatkan perwakilan kampung dari sejumlah distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak. Peserta berasal dari Distrik Hingk, Sururei, Minyambouw, Anggi, dan Anggi Gida, serta wilayah lainnya sesuai pembagian peserta kegiatan.
Setiap kampung mengirimkan dua orang perwakilan, dengan total peserta sekitar 70 orang.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak berharap kapasitas pengelola BUM Kampung dan lembaga ekonomi kampung semakin kuat sehingga potensi lokal dapat dikelola secara mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis: Udir Anas Saiba

















