SORONG – Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat terus menunjukkan komitmen dan peran aktifnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua. Melalui program “Srikandi Movement 2026”, Srikandi PLN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Srikandi Care: Peduli Ibu dan Anak” yang berfokus pada peningkatan gizi serta pemeliharaan kesehatan masyarakat di Kota Sorong.
Kegiatan yang berlangsung di Tongkonan Toraja Kota Sorong papua Barat Daya, kamis (22/102026) ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Srikandi PLN terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Melampaui Target Penerima Manfaat
Dalam pelaksanaannya di Kota Sorong, program ini berhasil melampaui target sasaran yang telah ditetapkan. Dari target awal sebanyak 200 penerima manfaat, Srikandi PLN berhasil menjangkau hingga 203 orang.
”Target untuk Srikandi Care di Kota Sorong awal mulanya 200 orang, namun kami mendapati 203 penerima manfaat. Kendati demikian, alokasi anggaran yang disiapkan masih sangat mencukupi untuk memfasilitasi seluruh peserta,” ungkap Henny Widyanti selaku panitia
Ketua panitia itu,menjelaskan bahwa, Rincian dari 203 penerima manfaat tersebut terdiri dari 100 orang anak-anak dan 103 orang ibu hamil. Banyaknya partisipasi ibu hamil menjadi perhatian positif tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Medis Secara Personal
Guna memberikan dampak yang berkelanjutan, Srikandi PLN tidak hanya memberikan bantuan materiil atau gizi, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan yang menyeluruh.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Srikandi PLN menggandeng Puskesmas Sorong Timur serta berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan setempat.
”Harapan kami, masyarakat tidak hanya merasakan manfaatnya hari ini saja, tetapi juga dapat menerapkan pola hidup sehat di hari-hari mendatang. Oleh karena itu, di setiap meja pelayanan, kami bersama tenaga kesehatan memberikan penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan secara by person (tatap muka langsung),” jelasnya.
Melalui konsultasi tatap muka tersebut, para ibu hamil dan orang tua mendapatkan informasi langsung mengenai:
Pola makan sehat dan asupan nutrisi yang tepat,Pentingnya menjaga kesehatan diri dan janin/anak, Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari.
Selain pemeriksaan kesehatan dan edukasi, para peserta kegiatan juga mendapatkan pembagian obat-obatan serta suplemen penunjang kesehatan yang telah disiapkan oleh tim medis.
Rangkaian Program “Srikandi Movement” di Tanah Papua
Program Srikandi Care merupakan bagian dari gerakan besar Srikandi Movement yang dilaksanakan oleh Srikandi PLN di seluruh Indonesia dengan pendekatan dan keunggulan lokal di masing-masing daerah.
Di wilayah Papua dan Papua Barat sendiri, Srikandi PLN telah membagi fokus kegiatan menjadi beberapa pilar utama, baik untuk internal maupun eksternal organisasi:
Peningkatan Internal (Soft Skill): Melalui pilar Inspiring Srikandi, dilakukan pengembangan kompetensi dan kemampuan soft skill bagi seluruh anggota Srikandi PLN di unit kerja setempat.
Pendidikan dan Kelistrikan: Kegiatan relawan mengajar (Srikandi Mengajar) di sekolah-sekolah yang memberikan edukasi terkait kelistrikan dan pengetahuan umum, yang dijadwalkan kembali berjalan pada awal November.
Kesehatan dan Lingkungan: Program Srikandi Care yang menyasar perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak di berbagai daerah seperti Jayapura, Merauke, Manokwari, hingga Kota Sorong.
”Srikandi PLN hadir tidak hanya fokus pada peran kelistrikan, tetapi juga berkomitmen untuk terus membawa perubahan positif bagi lingkungan hidup, pendidikan, serta kesehatan masyarakat di Tanah Papua,” pungkas Henny.
sementara itu, Roberth Rumsaur sebagai General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat Dalam sambutannya,menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini.
Ia menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak memegang peranan yang sangat krusial dalam membangun keluarga serta masyarakat yang sehat dan produktif.
“Ibu dan anak memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang sehat. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujar
Sinergi dan Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
PLN UIW Papua dan Papua Barat saat ini membawahi dua provinsi, yakni Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Meskipun wilayah kerja yang luas mencakup berbagai kabupaten dan kota, PLN berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan kelistrikan sekaligus memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan ini melibatkan tenaga medis profesional dari Puskesmas Sorong Timur serta didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kota Sorong. Paket gizi yang dibagikan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus mengingatkan pentingnya penerapan asupan gizi yang seimbang di dalam rumah tangga.
“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kita berharap dapat mendeteksi kondisi kesehatan lebih dini, sedangkan pemenuhan gizi yang baik akan mendukung kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Kesempatan tersebut turut hadir Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, menegaskan bahwa Pemerintah terus menggenjot berbagai upaya strategis guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem serta prevalensi stunting di tanah Papua. Berbagai program intervensi digalakkan, salah satunya melibatkan peran aktif kaum perempuan yang tergabung dalam organisasi Ibu-Ibu Serikandi PDIP melalui program bertajuk “Ibu-Ibu Serikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak”.
Langkah nyata ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan generasi muda Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Katanya,bangka kemiskinan dan stunting di Papua masih menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Meskipun pemerintah pusat melalui berbagai programnya telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, kehadiran elemen masyarakat—khususnya kaum ibu—dinilai memiliki dampak yang sangat signifikan.
“Permasalahan stunting di Papua merupakan sebuah isu krusial yang harus kita hadapi bersama. Angka kemiskinan dan stunting di wilayah ini membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam program percepatan penurunan angka stunting,” ungkap Wagub.
Ia menyebut, Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga menyasar aspek edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dari tingkat akar rumput.
Strategi Komprehensif: Dari Pemenuhan Gizi hingga Edukasi Keluarga
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi setiap keluarga.
Rata-rata di tanah Papua, termasuk wilayah pegunungan, angka kemiskinan dan stunting masih menjadi masalah utama yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, program ini memfokuskan pada tiga pilar utama percepatan penurunan stunting, yaitu: Peningkatan akses gizi seimbang dan pola asuh anak yang sehat,Peningkatan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan tumbuh kembang anak, Penguatan fasilitas posyandu dan layanan kesehatan di tingkat distrik hingga kampung.
“Ibu-ibu Serikandi PDIP hadir untuk memberikan sentuhan nyata, mulai dari pemberian penyuluhan pola hidup sehat, pemenuhan gizi yang cukup, hingga memastikan akses layanan kesehatan dasar terpenuhi dengan baik,” jelas.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, kader posyandu, dan kaum perempuan di lapangan. Peningkatan kualitas layanan posyandu yang didukung oleh tenaga kesehatan diharapkan mampu mendeteksi dini kasus gizi buruk dan pencegahan stunting secara berkala.
Dengan terwujudnya keluarga yang sehat, anak-anak yang tumbuh dengan gizi optimal akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
Pemerintah Kota Sorong yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong saat ini adalah Ibu Jemima Elisabeth Windesi Lobat, S.KM., M.AP. menyampaikan apresiasi atas kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh PT PLN (Persero). Kehadiran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dinilai memberikan dampak nyata dan menjadi motivasi bagi para orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga.
Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis paket gizi kepada para ibu dan anak yang hadir, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah bersama jajaran manajemen PLN dan tenaga kesehatan. PLN berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan menginspirasi berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung terwujudnya kesejahteraan serta kesehatan masyarakat di Tanah Papua. Penulis Eskop Wisabla.

















