JAYAPURA, PAPUABICARA.CO.ID — Pembangunan infrastruktur di Papua terus bergerak menuju pemerataan konektivitas. Paket pekerjaan penggantian Jembatan Sinta XIX pada ruas jalan Yetti–Senggi–Mamberamo V (MYC) yang dikerjakan oleh PT. Simaka kini mencapai progres sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Proyek dengan anggaran pagu Rp 62.560.365.700 kini memasuki tahapan pekerjaan yang tersisa kini berfokus pada pengaspalan. Penyelesaian tahapan ini menjadi salah satu langkah penting sebelum jembatan dapat mendukung mobilitas masyarakat secara lebih aman dan lancar.
Hal tersebut disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, Rizky Eliyanto, kepada wartawan PapuaBicara.co.id saat ditemui di Kantor Tanah Hitam, Kamis (22/10/2026).
Rizky menjelaskan, pekerjaan penggantian jembatan tersebut telah dimulai sejak September 2025. Selama proses pembangunan, pelaksana menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kendala banjir yang memengaruhi pekerjaan di lapangan.
“Meski demikian, pekerjaan terus berjalan hingga mencapai progres 80 persen. Dengan tahapan pengaspalan yang kini menjadi perhatian, penyelesaian proyek diharapkan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Rizky.
Rizky berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tanpa kendala maupun gangguan berarti. Ia juga menginginkan agar masyarakat nantinya dapat melintasi jembatan tersebut dengan aman, nyaman, dan lancar.
“Harapannya, pekerjaan ini cepat selesai, tidak ada kendala dan gangguan, sehingga masyarakat bisa melewati jembatan tersebut dengan aman dan lancar,” demikian harapan Rizky.
Penggantian Jembatan Sinta XIX merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur transportasi di ruas Yetti–Senggi–Mamberamo V.
Keberadaan jembatan yang memadai menjadi unsur penting dalam mendukung konektivitas antarkawasan, memperlancar perjalanan, serta menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Di tempat yang sama, Ketua LSM Lembaga Investigasi Negara (LIN) Wilayah Papua, Melky Rumbrawer, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja PPK 2.3, Rizky Eliyanto, dalam mengawal pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Menurut Melky, pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat perlu mendapat dukungan sekaligus pengawasan agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan manfaat nyata.
“Saya berharap pekerjaan Jembatan Sinta XIX dapat dituntaskan sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna jalan,” kata Melky.
Kini, dengan progres yang telah mencapai 80 persen, Jembatan Sinta XIX memasuki fase penting menuju penyelesaian.
Masyarakat menantikan bukan sekadar rampungnya sebuah proyek, melainkan hadirnya akses yang lebih andal, karena infrastruktur yang baik bukan hanya menghubungkan jalan, tetapi juga membuka peluang dan mendekatkan kehidupan antarmasyarakat,” pungkasnya. (*)

















