Palang Pabrik Sawit PT IKSJ, GM James Simanungkalit: Tuntutan Masyarakat Adat Moi Sedang Kami Pelajari

banner 120x600
banner 468x60

SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Aksi pemalangan pabrik kelapa sawit PT Inti Kebun Sejahtera (IKSJ) oleh masyarakat adat Suku Moi dari marga Klagilit Maburu/Mawera di Kampung Klasof, Distrik Moisegen, Kabupaten Sorong, mulai mendapat respons dari pihak manajemen perusahaan.


General Manager PT IKSJ, James E.P. Simanungkalit, menyatakan pihaknya sedang mempelajari tuntutan masyarakat adat dan mengoordinasikan persoalan tersebut dengan pimpinan perusahaan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Respons itu disampaikan James melalui pesan tertulis setelah menerima informasi mengenai aksi pemalangan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026).

Respons itu disampaikan James melalui pesan tertulis setelah menerima informasi mengenai aksi pemalangan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026).

James menjelaskan, manajemen perlu memastikan fakta di lapangan agar tanggapan perusahaan tidak didasarkan pada informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, pihaknya masih mengumpulkan informasi dan menunggu arahan pimpinan perusahaan.

“Selamat malam, Pak. Saya sementara koordinasikan dengan pimpinan. Kami lagi pelajari tuntutan tersebut dengan data lapangan. Nanti setelah ada petunjuk dari pimpinan terlebih dahulu, saya sendiri juga belum mendapat data lapangan tentang makam dan penanaman 18 pohon sawit. Saya harus memastikan dulu supaya tidak ada informasi yang keliru,” demikian penjelasan James melalui pesan tertulis.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manajemen PT IKSJ belum mengambil keputusan akhir atas tuntutan masyarakat adat. Perusahaan masih membutuhkan data lapangan untuk memastikan duduk persoalan yang menjadi latar belakang aksi pemalangan.


Makam dan 18 Pohon Sawit Menjadi Perhatian


Salah satu persoalan yang perlu mendapat kejelasan ialah informasi mengenai keberadaan makam dan penanaman 18 pohon kelapa sawit yang disebut dalam komunikasi dengan pihak manajemen.


James menegaskan bahwa dirinya belum memperoleh data lapangan terkait dua hal tersebut. Oleh sebab itu, ia perlu memastikan kebenaran informasi sebelum memberikan penjelasan lebih jauh atas nama perusahaan.

Klarifikasi ini menjadi penting agar persoalan antara masyarakat adat dan perusahaan dapat dibahas berdasarkan fakta, termasuk mengenai lokasi, kronologi kejadian, serta tuntutan yang disampaikan oleh pihak marga Klagilit Maburu/Mawera.


Di sisi lain, keterangan masyarakat adat juga diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai alasan pemalangan dan dasar tuntutan mereka.

Dengan demikian, persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada koordinasi internal perusahaan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi langsung dengan pihak yang menyampaikan tuntutan.

Menunggu Langkah Konkret Manajemen PT IKSJ


Aksi pemalangan pabrik PT IKSJ kini menempatkan langkah lanjutan manajemen sebagai perhatian. Masyarakat menunggu kejelasan mengenai bagaimana perusahaan akan merespons tuntutan yang disampaikan.


Koordinasi dengan pimpinan dan pemeriksaan data lapangan menjadi tahap awal yang disampaikan James. Namun, hingga keterangan tersebut diterima, belum ada keputusan akhir maupun penjelasan mengenai jadwal pemeriksaan lapangan dan pertemuan dengan masyarakat adat.


Penyelesaian persoalan ini membutuhkan keterbukaan informasi, klarifikasi dari kedua belah pihak, serta dialog yang mengedepankan penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan kepastian hukum.

Fakta mengenai makam, penanaman 18 pohon kelapa sawit, dan dasar tuntutan masyarakat masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait. Karena itu, semua keterangan mengenai persoalan tersebut perlu diuji melalui pemeriksaan lapangan agar penyelesaian tidak bertumpu pada dugaan atau informasi sepihak.

Publik kini menanti tindak lanjut PT IKSJ setelah koordinasi dengan pimpinan perusahaan dilakukan. Hasil klarifikasi diharapkan dapat memberikan kejelasan atas persoalan yang memicu pemalangan sekaligus membuka jalan bagi penyelesaian yang adil dan dapat diterima kedua belah pihak.

penulis (Eskop Wisabla)

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90