SORONG-Di sudut kota Sorong Papua Barat Daya, aroma biji kopi pilihan menyeruak dari sebuah kedai sederhana bernama Nata Cafe.
Kedai yang baru saja melangsungkan grand opening pada 3 Oktober lalu ini menyimpan cerita inspiratif tentang ketekunan, keberanian, dan mimpi seorang perempuan Papua untuk mandiri secara ekonomi.
Perjalanan membangun sebuah usaha tidak pernah lepas dari tantangan, kerja keras, dan tekad yang kuat. Kisah inspiratif datang dari seorang perempuan asal Maybrat kampung Mapura, bernama Nova Wafom atau yang akrab disapa Nova.
Berkat niat besar dan dukungan dari komunitas, ia kini kembali merintis dan meluncurkan kedai kopi miliknya yang diberi nama Nata Cafe di Kelurahan Klasaman distrik Sorong Timur, jalan poros kota- kabupaten, tepat jalan masuk kompleks Uti kilometer 13 kota Sorong provinsi Papua Barat Daya.
Perjalanan Panjang Menuju Nata Cafe
Niat Nova untuk membuka usaha kedai kopi sebenarnya sudah tumbuh sejak tahun 2020. Ketertarikannya bermula ketika ia mengikuti pelatihan meracik kopi bersama rekan-rekan komunitasnya selama dua hingga tiga minggu di Pulau Jawa. Dari sanalah ia mempelajari ilmu dasar pengolahan kopi, mulai dari menyeduh hingga memahami karakteristik kopi.
“Ilmu yang saya dapatkan ini mahal. Dari situ saya berinisiatif untuk membuka kedai kopi karena sudah memiliki ilmu-ilmu dasarnya,” ujar Nova wafom Sabtu 10/10/2026 malam.
Namun, perjalanan usaha Nova tidak instan. Pada tahun 2021, ia sempat mendirikan kedai kopi dengan nama yang sama, yakni Nata Cafe, di kawasan Alun-Alun. Sialnya, baru berjalan dua hingga tiga bulan, sebuah musibah kecelakaan terjadi yang membuat gerobak dan seluruh alat-alat usahanya hancur. Kejadian itu sempat memaksanya untuk vakum dan beristirahat sejenak.
Berkat ketekunan, sistem menabung mandiri (cicil), serta dukungan penuh dari Komunitas menoken dan teman-teman Kompipa (Komunitas Pencinta Kopi Papua) di kilometer 13, Nova akhirnya berhasil bangkit. Pada tanggal 3 Oktober lalu, Nata Cafe resmi melakukan peluncuran kembali (grand opening) dengan konsep yang lebih matang.
Tantangan, Menu Andalan, dan Respon Positif Warga
Menjalani usaha mandiri tentu bukan hal mudah, terutama bagi seorang ibu yang harus membagi waktu antara mengurus keluarga, mengantar anak sekolah, dan mengelola kedai. Tantangan terbesar baginya adalah mengubah kebiasaan pribadi serta keluar dari zona nyaman.
Meski demikian, kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil. Nata Cafe menyajikan berbagai varian menu berbasis biji kopi pilihan seperti cappuccino, latte, moca, cokelat panas, dan berbagai varian minuman lainnya.
menu Nata Cafe (Basecamp Kompipa KM 13) lengkap menu minuman dan makanan beserta harganya:
Minuman Kopi dan Teh
Mochi: Rp 28.000
Latte: Rp 25.000
Cappuccino: Rp 25.000
Americano: Rp 20.000
Espresso: Rp 18.000
Teh Manis (Es / Hangat): Rp 10.000
Kopi Hitam: Rp 8.000
Kopi Shaset: Rp 5.000
Makanan Ringan
Kentang Goreng: Rp 20.000
Sinole: Rp 20.000
Petatas Goreng: Rp 15.000
Pisang Goreng: Rp 15.000
Kasbi Goreng: Rp 15.000
Tempe Goreng: Rp 15.000
Mie Kuah – Goreng (toping sawi, telur / sosis / bakso): Rp 15.000
Popmie Seduh: Rp 10.000
Bagi Nova, Respon masyarakat terhadap kehadiran Nata Cafe sejauh ini sangat positif dan penuh dukungan. Banyak pengunjung yang tidak hanya datang untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga memberikan semangat kepada Nova sebagai salah satu representasi anak muda dan perempuan Papua yang berani berwirausaha. Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 12.00 siang hingga larut malam.
Pesan Inspiratif untuk Perempuan Papua
Sebagai seorang perempuan asal Maybrat, Nova ingin membuktikan bahwa perempuan Papua adalah sosok hebat yang tangguh dan tidak mudah menyerah.
Ia berpesan kepada anak-anak muda, khususnya para perempuan di tanah Papua, agar selalu percaya pada potensi diri sendiri.
“Ketika kau yakin pada keputusanmu sendiri, apapun yang kau lakukan, tetaplah lakukan. Jangan melihat bahwa kau sendirian atau merasa ciut. Segala sesuatu yang dimulai dengan niat baik dan keyakinan, pasti akan membukakan jalan rezeki yang terbaik,” ungkap.
Melalui Nata Cafe, Nova berharap usahanya tidak hanya mampu menopang ekonomi keluarga tetapi juga dapat menjadi ruang diskusi yang nyaman serta menginspirasi lebih banyak anak muda Papua untuk berani melangkah di dunia bisnis dengan modal kedisiplinan, kejujuran, dan konsistensi.(*) Penulis Eskop Wisabla.

















