Solidaritas Papua Pegunungan Serahkan Bantuan di Posko Umum Demi warga Korban Bencana Kuyawagi

banner 120x600
banner 468x60

Wamena- Berbagai Solidaritas yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (DPC–IPMNI) Kota Studi Wamena menyalurkan bantuan hasil penggalangan dana kepada warga Wilayah Kuyawagi yang terdampak bencana alam kekeringan, embun beku, dan hujan es.

Aksi donasi ini digagas oleh Himpunan Mahasiswa Nduga di bawah naungan DPC–IPMNI Kota Studi Wamena, dan melibatkan melibatkan OKP Cipayung (GMKI), 9 BEM & Senat Kampus, 8 Korwil, serta Forum Independen Mahasiswa Papua Pegunungan.

Kordinator donasi Permi Mijele, didampingi Tanena Mijele sebagai wakorlap, Eman TelengenKetua Tim Solidaritas dan Pais Wenda Sekretaris, Menyampaikan bahwa,
Pembentukan Posko Sentral Solidaritas, aksi penggalangan dana dan barang kebutuhan, serta penyerahan total bantuan ke Posko Umum Penanganan Bencana di Ilekma untuk disalurkan kepada keluarga korban di Kuyawagi setelah terkumpul mencukupi.

Tema Aksi donasi” Solidaritas Mahasiswa Provinsi Papua Pegunungan Peduli Kemanusiaan Bencana Alam Dampaknya Kekeringan dan Embun Beku di Daerah Kuyawagi”

Kordinator lapangan menjelaskan  bahwa, pembentukan Tim korlap hingga
Rapat persiapan di sekretariat DPC–IPMNI
sejak 5-7 September 2026, setelah itu Aksi penggalangan dana dimulai pada tanggal 8 hingga 10 September di beberapa titik strategis seperti Pertigaan Potikelek, Bank BRI, Jalan Hom-Hom, Puskesmas Wamena Kota, Pasar Misi, Pasar Baru Wamena.

Pihaknya menyebut setelah terkumpul hasil donasi  rencana menyerahkan secara langsung salurkan kepada warga korban,” Sabtu (26/9/2026).

Solidaritas tersebut menyampaikan bahwa, langkah ini diambil Untuk meringankan beban warga Kuyawagi yang terdampak bencana alam kekeringan, embun beku, dan hujan es. Warga di sana adalah bagian dari keluarga besar kita, sehingga saat ini membutuhkan uluran tangan sesama.

Informasi yang dihimpun Penggalangan dilakukan selama 3 hari berturut-turut  Total diserahkan di posko sentral yaitu uang tunai Rp 29.195.000 + beras 1 karung, pakaian 2 karung, 3 kantong plastik, 1 karung lainnya.

“Karena situasi keamanan kota belum memungkinkan, penggalangan lanjutan dialihkan melalui surat ajakan donasi ke SMA, SMK, dan 9 kampus. Posko Sentral tetap terbuka hingga Posko Umum Ilekma tutup,” katanya.

Kordinator lapangan Permi Mijele, menyampaikan Kami Mahasiswa Nduga Kota Studi Wamena sudah membuka Posko Sentral untuk membantu bencana alam kekeringan yang terjadi di Kuyawagi.

Kami berencana melanjutkan penggalangan, namun situasi keamanan di Kota Wamena belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami menyebarkan surat ajakan donasi ke sejumlah SMA, SMK, dan 9 kampus di wilayah Papua Pegunungan.

Posko Sentral Tingkat Mahasiswa akan tetap beroperasi selama Posko Umum Ilekma belum ditutup. Kami baru akan menutup posko secara bersamaan dengan Posko Umum,”

“Solidaritas kita adalah kekuatan mereka. Mari ulurkan tangan, ringankan beban saudara kita yang kena musibah kekeringan dan embun beku di daerah Kuyawagi,”ungkap.

Lebih lanjut mereka berharap, mahasiswa tidak memiliki sponsor dari pihak mana pun. Semua hasil ini terkumpul berkat suara dan langkah kami sendiri di jalan.

Sehingga Hasil yang ada sudah diserahkan ke Posko Umum, namun Posko Sentral Mahasiswa tetap terbuka. Siapa pun yang ingin menyumbangkan bantuan, silakan langsung menuju Posko Sentral Mahasiswa.

Eman Telengen — Ketua Tim Solidaritas & Pais Wenda — Sekretaris (juga keluarga korban):

Melalui Aksi Nyata solidaritas mengatakan, menyalurkan bantuan ini langsung kepada keluarga-keluarga korban di Kuyawagi. Rencana penyaluran tahap berikutnya dijadwalkan pada akhir Desember 2026. Seluruh hasil akan dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara terbuka di Posko Umum. Kami akan terus berdiri bersama hingga keadaan pulih.”

Badan Pengurus DPC–IPMNI Wamena menyampaikan mengucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan 9 BEM/Senat Kampus, OKP Cipayung (GMKI), dan Forum Independen Mahasiswa Papua Pegunungan yang sudah melibatkan diri.

Kami juga berterima kasih kepada adik-adik Korlap yang sudah mengarahkan kegiatan ini dengan baik. Semoga Tuhan Allah memberkati kita sekalian.

Pihaknya menegaskan, Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian pelajar dan mahasiswa Papua Pegunungan tidak terhalang jarak maupun situasi, demi meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana.* Penulis Elsye Eva Weya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90