Jayapura- Pendidikan bagi Putra Benawa, kabupaten Yalimo Papua Pegunungan, Amsal Nahabial, bukan sekadar mengejar gelar akademik. Baginya, pendidikan adalah sebuah perjalanan panjang untuk membuka jalan, membangun masa depan, sekaligus membawa harapan bagi tanah kelahiran.
Perjalanan itu kini membawanya meraih gelar Magister Hukum (M.H.), setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan Sarjana Sosial (S.Sos.). Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa anak dari daerah, termasuk dari Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi dan mencapai cita-cita.
Di balik gelar yang kini disandangnya, terdapat perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ada doa, dukungan keluarga, perjuangan di bangku pendidikan, serta motivasi dari orang-orang di kampung halaman yang menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.
Amsal adalah menjadi sejarah seorang pertama yang memecahkan skor gelar magister S2 di distrik Benawa.
Amsal menyampaikan bahwa tujuan pendidikan tidak berhenti pada memperoleh ijazah atau gelar. Menurutnya, pendidikan harus menjadi proses untuk membentuk pola pikir, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan seseorang agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan dari S1 sampai S2 bukan hanya soal mendapatkan gelar. Yang paling penting adalah bagaimana ilmu yang kita peroleh dapat membentuk diri dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Amsal, Jumat 25 September 2026 Seusia ibadah syukuran di Jayapura Papua.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Benawa yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Dukungan dari kampung halaman, menurutnya, menjadi kekuatan tersendiri ketika menjalani pendidikan jauh dari tanah kelahiran.
Ucapan terima kasih juga secara khusus disampaikan kepada kedua orang tuanya di kampung halaman. Bagi Amsal, keberhasilan yang diraihnya tidak dapat dipisahkan dari doa, pengorbanan, dan dukungan orang tua.
Selain keluarga, Amsal tidak melupakan jasa para guru yang telah mendidiknya sejak pendidikan dasar. Ia menyampaikan terima kasih kepada guru-guru di Benawa, mulai dari SD, SMP hingga SMA, yang telah meletakkan dasar pendidikan dan membentuk dirinya hingga mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Terima kasih kepada orang tua, masyarakat Benawa, dan guru-guru saya mulai dari SD, SMP sampai SMA. Apa yang saya capai hari ini tidak terlepas dari didikan dan doa mereka,” ungkapnya.
Bagi Amsal, guru bukan hanya seseorang yang mengajarkan ilmu di dalam ruang kelas. Guru juga menjadi bagian dari perjalanan seorang anak dalam mengenal kehidupan, membangun karakter, dan berani memiliki cita-cita.
Pesan untuk Pelajar dan Mahasiswa Benawa
Setelah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister, Amsal memiliki pesan khusus kepada para pelajar dan mahasiswa asal Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan tidak menjadikan keterbatasan daerah sebagai alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.
Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang selama memiliki kemauan belajar, disiplin, dan ketekunan dalam menjalani proses.
“Jangan merasa bahwa kita berasal dari kampung sehingga kita tidak bisa bersaing. Justru dari kampung kita harus berani bermimpi besar dan membuktikan bahwa kita juga bisa,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi membangun karakter, memperluas relasi, serta menggunakan waktu selama berada di perguruan tinggi untuk belajar sebanyak mungkin.
Bagi Amsal, perjalanan pendidikan adalah proses yang membutuhkan kesabaran. Tidak semua perjuangan langsung menghasilkan keberhasilan. Namun, setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menjadi pengalaman yang berharga.
Ia berharap semakin banyak anak-anak Benawa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan kembali membawa ilmu untuk membangun kampung halaman.
“Jangan berhenti belajar. Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Apa yang kita pelajari hari ini akan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan dan memberikan sesuatu bagi masyarakat,” katanya.
Gelar yang Menjadi Tanggung Jawab
Gelar M.H. yang kini disandang Amsal bukan menjadi akhir dari perjalanan. Sebaliknya, gelar tersebut menjadi tanggung jawab baru untuk terus belajar dan mengabdikan ilmu yang dimiliki.
Dari Benawa, sebuah perjalanan pendidikan telah dimulai. Dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi, setiap tahap meninggalkan cerita dan orang-orang yang berjasa.
Kini, ketika Amsal menatap perjalanan berikutnya, pesan yang ia titipkan kepada generasi muda Benawa sederhana: berani bermimpi, tekun belajar, jangan menyerah pada keadaan, dan jadikan pendidikan sebagai jalan untuk membangun masa depan.
Sebab, keberhasilan seorang anak dari kampung bukan hanya tentang dirinya sendiri. Di balik satu gelar yang diraih, ada harapan bahwa akan lahir lebih banyak generasi muda Benawa yang berani melangkah lebih jauh, membawa ilmu, dan suatu hari kembali untuk membangun tanah kelahirannya. (*)
Sumber Amsal Nahabial,
(penulis Eskop Wisabla)

















