SORONG — Satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna silver milik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) dilaporkan hilang saat terparkir di depan pagar sebuah rumah di kawasan Perumahan DPR Lama, belakang Kampus UNAMIN, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Sepeda motor dengan nomor polisi PB 4291 Q dan tahun produksi 2021 tersebut diduga dicuri pada Senin (21/9/2026) dini hari. Berdasarkan keterangan korban, kendaraan diperkirakan hilang dalam rentang waktu sekitar pukul 00.44 hingga 00.57 WIT.
Korban, Herbeth Kombo, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Administrasi Negara UNAMIN, mengatakan motor tersebut sebelumnya diparkir di depan pagar rumah setelah dirinya tiba di lokasi usai mengantar adiknya.
Setelah memarkirkan kendaraan, Herbeth masuk ke dalam rumah untuk berkumpul dan berdiskusi bersama sejumlah rekannya. Namun, sekitar pukul 00.57 WIT, saat hendak pulang, ia mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat semula.
“Pas selesai diskusi dan mau balik ke rumah sekitar pukul 00.57 WIT, kami keluar dan tempat saya taruh motor tiba-tiba sudah kosong. Saya langsung panik,” ujar Herbeth.
Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, diduga terdapat dua orang yang membawa kabur sepeda motor tersebut. Kedua orang itu disebut terlihat sekitar pukul 00.44 WIT dan diduga membawa motor korban dengan cara ditonda atau didorong menggunakan sepeda motor lain.
Mengetahui kendaraannya hilang, Herbeth bersama rekan-rekannya langsung melakukan pencarian secara mandiri. Mereka menyisir kawasan perumahan belakang Kampus UNAMIN, sekitar SMKN 1 Sorong atau SMEA, Sirimbe, kawasan Kilometer Gunung hingga sejumlah wilayah di Kota Sorong.
Pencarian tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 04.00 WIT dan kembali dilanjutkan pada Selasa (22/9/2026). Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Herbeth kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang di Polsek Sorong Timur. Ia mengaku telah menerima surat tanda laporan kehilangan dan menyebut pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Menurut Herbeth, kehilangan kendaraan tersebut menjadi persoalan serius karena sepeda motor itu merupakan sarana transportasi utama untuk menunjang aktivitas perkuliahan dan kebutuhan sehari-hari.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai kewenangan dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan kendaraannya.
“Kami sangat berharap pihak kepolisian bisa menggiatkan patroli 1 x 24 jam. Kehadiran petugas di lapangan, terutama hingga ke lorong-lorong kompleks, sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kasus pencurian, pembegalan maupun tindak pidana lainnya,” katanya.
Selain meminta peningkatan patroli, Herbeth juga menyoroti minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan dan lorong permukiman. Menurut dia, kawasan yang minim pencahayaan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan keamanan masyarakat.
Ia meminta Pemerintah Kota Sorong segera memperhatikan fasilitas penerangan jalan umum (PJU), termasuk pemasangan lampu sorot di sejumlah titik yang dinilai minim pencahayaan.
“Tempat yang paling rawan itu biasanya area yang gelap, baik di jalan besar maupun lorong pemukiman. Kami berharap pemerintah daerah bisa segera memasang lampu-lampu sorot agar ada penerangan yang memadai di sepanjang jalan,” ujarnya.
Herbeth menilai upaya menjaga keamanan membutuhkan sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Menurutnya, patroli yang rutin serta penerangan yang memadai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi sebagian anak muda melalui program pendidikan, pembinaan dan pelatihan kerja.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat persoalan ini secara serius. Jika anak-anak muda diberi fasilitas pendidikan dan pekerjaan, mereka tidak akan melakukan tindakan kejahatan. Warga ingin tinggal di kota yang aman, nyaman dan tenteram,” katanya.
Herbeth kemudian mendesak jajaran Polsek Sorong Timur, Polresta Sorong Kota hingga Polda Papua Barat Daya agar menindaklanjuti laporan tersebut dan mengungkap kasus kehilangan kendaraan yang dialaminya.
Ia juga berharap kendaraan miliknya dapat segera ditemukan karena sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perkuliahan.
Adapun kendaraan yang hilang memiliki ciri-ciri Honda Beat Street tahun 2021, warna silver, nomor polisi PB 4291 Q. Kendaraan terakhir diketahui terparkir di depan pagar perumahan kawasan DPR Lama, belakang Kampus UNAMIN, Kota Sorong.
Herbeth mengimbau masyarakat Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut agar segera melapor kepada kepolisian terdekat atau pihak berwenang.
Penulis: Eskop Wisabla

















