Kemarau Melanda, Warga Bamus Bama Andalkan Saluran Bambu untuk Dapatkan Air

Keterangan foto: Guru dan masyarakat Bamus Bama bergotong royong mencari sumber air serta memasang saluran bambu untuk membantu memenuhi kebutuhan air di tengah dampak musim kemarau.
banner 120x600
banner 468x60

SORONG – Musim kemarau mulai mengeringkan sumber air di Distrik Bamus Bama, Papua Barat Daya. Kondisi ini menyulitkan warga, guru, dan tenaga pelayanan kesehatan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Keterbatasan air turut mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah dasar serta pelayanan kesehatan yang membutuhkan pasokan air secara rutin.

Salah satu guru SD di Distrik Bamus Bama, Simon Yeblo, mengatakan masyarakat dan para guru telah merasakan dampak kekeringan tersebut. Menurutnya, kondisi sumber air yang mulai mengering memengaruhi kelancaran aktivitas sekolah dan kehidupan warga.

“Kami sudah mengalami kesulitan air karena sumber air mulai kering akibat kemarau. Kondisi ini berdampak pada proses belajar-mengajar dan aktivitas masyarakat,” ujar Simon, Rabu (16/9/2026).

Menghadapi kondisi itu, guru bersama masyarakat berinisiatif mencari sumber mata air dan membuat saluran sederhana menggunakan bambu. Saluran tersebut mereka pasang untuk mengalirkan air ke lokasi yang membutuhkan.

Warga dan para guru mengerjakan upaya itu secara gotong royong di tengah keterbatasan sarana serta medan yang sulit. Mereka berharap saluran sederhana tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, sekolah, dan mendukung pelayanan kesehatan.

Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

Simon mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memperhatikan persoalan kekeringan di Bamus Bama.

Warga mengharapkan bantuan penyediaan air bersih, pembangunan sarana air permanen, serta dukungan fasilitas bagi sekolah dan pelayanan kesehatan.

“Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat,” demikian harapan warga.

Masyarakat berharap pemerintah menghadirkan langkah nyata dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan air, terutama selama musim kemarau.

Penulis : Eskop Wisabla

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90