Bintuni, Papua Barat — PLT LMA Suku Irarutu, Khahar Refideso bersama jajaran perangkat adat membuka kegiatan Pra Musyawarah Besar (Mubes) LMA Suku Irarutu di Gedung Aula SMP YPPK St. Monika Bintuni, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Suku Irarutu Engelbertus Kufiaga, mantan Ketua LMA Suku Irarutu Anton Anofa, serta masyarakat Irarutu dari berbagai wilayah di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dalam keterangannya kepada media pada Senin malam (11/5/2026) di Jalan Tahiti, Teluk Bintuni, Khahar Refideso berharap pelaksanaan Mubes LMA Suku Irarutu dapat berjalan lancar dan membawa persatuan bagi masyarakat adat Irarutu.
Menurutnya, LMA Irarutu memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan hak-hak adat masyarakat Irarutu di Kabupaten Teluk Bintuni.
Selain itu, lembaga adat juga berfungsi menyerap berbagai aspirasi masyarakat dan menyampaikan kebutuhan masyarakat adat kepada pemerintah maupun pihak perusahaan.
Khahar menegaskan, LMA Irarutu harus menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat secara maksimal, termasuk perlindungan hak wilayah adat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat asli.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan anak-anak asli Irarutu dalam perekrutan tenaga kerja di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Teluk Bintuni, seperti LNG Tangguh, Genting Oil, dan perusahaan lainnya.
“Anak-anak asli Irarutu harus mendapat kesempatan kerja di perusahaan yang beroperasi di wilayah adat mereka. LMA Irarutu memiliki peran penting untuk menyuarakan hak masyarakat adat, termasuk soal pekerjaan dan hak atas tanah adat,” ujar Khahar Refideso.
Khahar juga mengajak seluruh masyarakat Irarutu di Teluk Bintuni untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Mubes LMA Suku Irarutu karena dinilai penting dalam mempererat persatuan masyarakat adat.
Menurutnya, Mubes menjadi momentum untuk menyatukan kembali masyarakat Irarutu dalam satu wadah organisasi adat demi memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Irarutu di masa mendatang.
(Roberto Yassie)


















