DOGIYAI- Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai, Vitalis Kegiye, menyerap aspirasi masyarakat Distrik Mapia Barat untuk menjadi bahan perjuangan dalam perencanaan program pembangunan Kabupaten Dogiyai Tahun Anggaran 2027.
Penyerapan aspirasi tersebut dilakukan melalui kegiatan reses selama tiga hari, yakni 26–28 Oktober 2026, di ibu kota Distrik Mapia Barat. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari empat kampung, yaitu Kampung Abouyaga, Yegoukotu, Maikotu, dan Toubaikebo, serta Kepala Distrik Mapia Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Vitalis yang juga Merupakan Sekretaris DPC Paritai Elang Kabupaten Dogiyai menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian bersama, mulai dari dukungan masyarakat terhadap pembangunan daerah, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, hingga komitmen DPRK dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Vitalis mengimbau masyarakat di wilayah Mapia, khususnya Distrik Mapia Barat, agar mendukung pelaksanaan program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Dogiyai.
Menurutnya, dukungan masyarakat diperlukan agar pekerjaan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
“Jangan sampai pembangunan yang diberikan pemerintah justru terhambat karena persoalan pemalangan lokasi. Kita harus mendukung pekerjaan pembangunan dengan baik, karena fasilitas yang dibangun itu nantinya kita sendiri yang akan menggunakan dan menikmatinya,” tegas Vitalis.
Ia juga meminta masyarakat dan pihak terkait mengutamakan komunikasi serta musyawarah apabila terdapat persoalan mengenai lokasi pembangunan. Dengan demikian, setiap permasalahan dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Vitalis menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Dogiyai, Yuliten Anouw, S.E., atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan di wilayah Mapia Barat.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian di antaranya Puskesmas Abouyaga, SMP Negeri 1 Mapia Barat, SD Inpres Abouyaga, SD Inpres Pagouda, SD YPPK Yegoukotu, serta fasilitas pendidikan lainnya.
Namun, menurut Vitalis, pembangunan gedung sekolah dan fasilitas kesehatan perlu diimbangi dengan ketersediaan tenaga guru dan tenaga medis yang memadai.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati karena pembangunan gedung sekolah dan fasilitas kesehatan sudah mendapat perhatian. Namun, persoalan yang masih perlu menjadi perhatian serius adalah ketersediaan tenaga medis dan tenaga guru yang masih sangat minim,” ungkapnya.
Ia berharap tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, baik berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer, dapat menjalankan tugas secara aktif, disiplin, dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan gedung sekolah dan fasilitas kesehatan harus disertai pelayanan yang berjalan secara optimal agar masyarakat dapat memperoleh haknya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, Vitalis mendorong generasi muda Mapia Barat yang telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK maupun yang sedang duduk di kelas XII agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama pada bidang pendidikan dan kesehatan.
Ia berharap semakin banyak putra-putri daerah yang memiliki keahlian sebagai guru maupun tenaga kesehatan sehingga ke depan dapat kembali mengabdi di kampung halaman.
Vitalis menegaskan, reses merupakan bagian dari pelaksanaan tugas anggota DPRK untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memperjuangkannya melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
Sebagai anggota DPRK Dogiyai dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang kini menjabat Wakil Ketua I, ia menyatakan siap mengawal usulan masyarakat Mapia Barat agar dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program pembangunan tahun 2027.
“Sebagai anggota DPRD Kabupaten Dogiyai yang terpilih dari Daerah Pemilihan III dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD, saya siap mengawal aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses ini. Kita berharap kebutuhan masyarakat dapat diperhatikan dan diperjuangkan dalam program pembangunan Tahun Anggaran 2027,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai usulan masyarakat akan diperjuangkan dengan mempertimbangkan skala prioritas, kewenangan pemerintah daerah, serta kemampuan keuangan daerah.
Vitalis juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung program pemerintah demi kemajuan Distrik Mapia Barat dan Kabupaten Dogiyai secara umum.
Kegiatan reses yang berlangsung selama tiga hari itu berjalan aman dan lancar. Masyarakat dari Kampung Abouyaga, Yegoukotu, Maikotu, dan Toubaikebo mendapat kesempatan menyampaikan kebutuhan serta usulan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat mereka.
Vitalis berharap hasil reses tersebut menjadi bahan perjuangan bersama antara masyarakat, DPRK, dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk mendorong pemerataan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Mari kita jaga fasilitas yang sudah dibangun, mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta bersama-sama memperjuangkan pembangunan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” pungkasnya. Eskop Wisabla

















