PEGUNUNGAN BINTANG, PAPUA PEGUNUNGAN — Eliyakim Sepleng resmi terpilih dan dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Pegunungan Bintang periode 2026–2029. Dalam momentum tersebut, ia menyerukan persatuan lintas denominasi gereja serta mengajak generasi muda meninggalkan perilaku negatif demi masa depan daerah.
Pemilihan yang dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru berlangsung pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPD GAMKI Provinsi Papua Pegunungan, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi, serta tamu undangan lainnya.
Usai pelantikan, Eliyakim menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa memimpin organisasi kepemudaan bukanlah tanggung jawab ringan. Namun, ia berkomitmen menggerakkan GAMKI agar memberikan kontribusi nyata bagi pemuda dan masyarakat Pegunungan Bintang.
“Perasaan saya tentu bahagia, namun menjadi ketua memiliki beban yang besar. Kendati demikian, kami siap berjuang demi masyarakat dan pemuda di Pegunungan Bintang. Kita harus mengurangi hal-hal buruk dan fokus membawa organisasi ini ke hal-hal yang positif,” ujar Eliyakim kepada wartawan melalui WhatsApp seusai pelantikan.
Kegiatan pemilihan dan pelantikan tersebut dibuka oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, yakni Wakil Bupati Arnold Nam, S.A.P. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi terhadap peran pemuda Kristen dan menyatakan kesiapan untuk membangun kemitraan dengan GAMKI dalam mendukung pembangunan daerah.
Perwakilan DPD GAMKI Provinsi Papua Pegunungan yang hadir sekaligus melantik pengurus baru juga mendorong GAMKI Pegunungan Bintang agar bergerak aktif. Organisasi ini diharapkan tidak sekadar menjalankan agenda administratif, tetapi mampu menjadi wadah pembinaan pemuda dan penggerak kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam menjalankan kepengurusan periode 2026–2029, Eliyakim menyebut pihaknya akan menyusun program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang. Pembinaan kerohanian menjadi salah satu prioritas melalui kegiatan rutin bulanan dan tahunan, dengan harapan memperkuat iman, karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Selain pembinaan rohani, GAMKI Pegunungan Bintang juga menaruh perhatian terhadap penyalahgunaan minuman keras (miras) dan ganja di kalangan pemuda. Eliyakim mengajak seluruh elemen masyarakat, gereja, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara sehat dan bertanggung jawab.
“Negara dan pemerintah daerah sedang menyiapkan masa depan generasi muda, jadi pemuda tidak boleh terbawa oleh hal-hal negatif. Masalah miras dan ganja harus kita tekan dan kurangi. Pemuda Pegunungan Bintang harus tetap berada dalam lindungan Tuhan dan fokus mempersiapkan diri,” tegasnya.
Pesan persatuan menjadi salah satu penekanan utama Eliyakim setelah menerima amanah sebagai ketua. Ia mengajak pemuda Kristen dari berbagai denominasi gereja untuk mengesampingkan perbedaan dan membangun semangat kebersamaan demi kepentingan masyarakat Pegunungan Bintang.
“Saya mengajak seluruh pemuda Kristen dan pemuda di Pegunungan Bintang, mari kita bersatu. Jangan lagi membeda-bedakan apakah dari Katolik, Protestan, atau denominasi gereja mana pun. Kita tidak menyembah gereja, tetapi kita menyembah Tuhan Yesus yang satu. Sebagai pemuda yang percaya kepada Tuhan, kita wajib bersatu demi kemajuan daerah kita,” tegas Sepleng.
Menurut Eliyakim, GAMKI harus menjadi ruang bersama bagi generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai iman, semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalin kerja sama dengan gereja, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menghadirkan program yang menjawab kebutuhan generasi muda.
Pelantikan ini menjadi awal bagi pengurus DPC GAMKI Pegunungan Bintang periode 2026–2029 untuk memperkuat konsolidasi internal dan menerjemahkan visi organisasi ke dalam kegiatan nyata. Kepengurusan baru diharapkan tidak berhenti pada seremonial, tetapi mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh pemuda dan masyarakat luas.
Di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, persatuan menjadi fondasi penting untuk membangun masa depan Pegunungan Bintang. Perbedaan denominasi tidak semestinya menjadi tembok pemisah, melainkan menjadi ruang untuk saling menghormati dan bekerja bersama. Dengan semangat pelayanan, kepedulian, dan kebersamaan, GAMKI diharapkan dapat mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas serta berkomitmen terhadap kemajuan daerah.
Penulis: Eskop Wisabla

















