IMASOS Gelar Mubes I, Hermanus Sagisolo Sebut Organisasi sebagai Laboratorium Kaderisasi Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60

SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin hari ini, tetapi juga oleh bagaimana generasi mudanya dipersiapkan untuk memimpin esok hari. Semangat inilah yang mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Mahasiswa Sorong Selatan se-Kota Sorong (IMASOS), yang berlangsung di Gedung Kantor Distrik Sorong Timur, Kilometer 12, Kota Sorong, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema “Membangun Fondasi Organisasi, Menyatukan Aspirasi, dan Menguatkan Persaudaraan”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa Sorong Selatan untuk memperkuat persatuan, menata tata kelola organisasi, serta merumuskan arah perjuangan bersama.

Mubes perdana ini juga mengangkat subtema tentang pembangunan fondasi organisasi yang solid, demokratis, berintegritas, serta mampu menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa Sorong Selatan di Kota Sorong.

Pembukaan kegiatan dihadiri perwakilan senior IMASOS, pengurus dan mahasiswa, perwakilan organisasi Cipayung di Kota Sorong, Ketua Umum Binasket Suku Tehit Kabupaten Sorong Selatan, serta sejumlah tamu undangan.

Hermanus Sagisolo: Mubes Bukan Sekadar Forum Pertemuan

Perwakilan senior IMASOS sekaligus figur muda organisasi dan politik Kabupaten Sorong Selatan, Hermanus Sagisolo, menegaskan bahwa musyawarah besar bukan sekadar agenda formal organisasi. Lebih dari itu, Mubes merupakan laboratorium kaderisasi bagi mahasiswa untuk mengenali potensi, membentuk karakter, dan menentukan arah masa depan.

Menurut Hermanus, dinamika dalam organisasi mahasiswa merupakan bagian dari proses pendewasaan. Perbedaan pandangan, perdebatan, hingga pergantian kepemimpinan semestinya menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kedewasaan berdemokrasi dan tanggung jawab bersama.

Ia menilai, organisasi mahasiswa harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, dan sanggup menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata.

“Musyawarah Besar ini bukan sekadar forum pertemuan biasa, melainkan laboratorium penting bagi anak-anak muda dan mahasiswa,” demikian pesan yang disampaikan Hermanus dalam sambutannya.

Baginya, masa mahasiswa merupakan fase penting untuk menempa diri. Di ruang organisasi, generasi muda belajar mengenali kemampuan, mengelola perbedaan, membangun solidaritas, dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.

Memperluas Jangkauan, Memperkuat Pendataan Mahasiswa

Hermanus juga menyoroti pentingnya membangun sistem organisasi yang mampu merangkul mahasiswa Sorong Selatan di berbagai kota studi.

Menurutnya, kebutuhan mahasiswa terus berkembang. Karena itu, organisasi perlu menata pola koordinasi agar tidak hanya terpusat pada mahasiswa yang berada di Kota Sorong, tetapi juga mampu menjangkau mereka yang menempuh pendidikan di kabupaten, Manokwari, maupun kota-kota lain di Indonesia.

Perluasan koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu organisasi memetakan domisili mahasiswa, status akademik, tahap penyelesaian studi, serta kebutuhan kesejahteraan mahasiswa di perantauan.

Dengan pendataan yang lebih terstruktur, IMASOS diharapkan mampu menjadi rumah bersama yang responsif terhadap persoalan anggotanya, sekaligus memperkuat hubungan antarmahasiswa Sorong Selatan di berbagai daerah.

Hermanus menegaskan bahwa regenerasi harus berjalan secara sehat. Ketika para senior menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja, kesempatan bagi mahasiswa yang lebih muda untuk mengambil peran kepemimpinan harus terbuka lebar.

Namun, pergantian generasi bukan berarti memutus hubungan. Para senior tetap diharapkan memberikan dukungan, berbagi pengalaman, dan membantu kader muda mengembangkan kapasitasnya.

“Bukan berarti kami meninggalkan adik-adik tanpa perhatian. Kami juga perlu meningkatkan kapasitas melalui pekerjaan dan pengalaman di luar kampus, sehingga ke depan dapat kembali memberikan perhatian kepada adik-adik yang sedang berproses di rumah ini,” ungkapnya.

Sekretariat Harus Menjadi Ruang Lahirnya Gagasan

Lebih lanjut, Hermanus berharap sekretariat bersama IMASOS tidak hanya menjadi tempat berkumpul atau ruang diskusi tanpa arah. Sekretariat harus berkembang menjadi pusat pembelajaran, pertukaran gagasan, penguatan kapasitas, dan perumusan program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mendorong mahasiswa untuk melahirkan gagasan yang tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diwujudkan melalui program dan kerja nyata demi kemajuan Kabupaten Sorong Selatan.

Sebab, nilai sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari ramainya kegiatan atau panjangnya daftar kepengurusan, melainkan dari kemampuan menghadirkan solusi dan melahirkan kader yang membawa perubahan positif.

Mahasiswa, dalam konteks ini, memiliki ruang strategis untuk menjadi jembatan antara pengetahuan akademik, kebutuhan masyarakat, dan cita-cita pembangunan daerah.

Mubes I Jadi Forum Menentukan Arah Organisasi

Sementara itu, Ketua Panitia, Kores Sorry, menyampaikan bahwa Mubes merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. Karena itu, pelaksanaannya harus menjunjung prinsip demokrasi, kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab.

Melalui forum tersebut, seluruh anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan.

Kores menjelaskan bahwa agenda Mubes mencakup pembahasan tata tertib, penyusunan dan pembahasan agenda musyawarah, serta pengambilan keputusan berdasarkan mekanisme organisasi.

Ia berharap forum perdana ini dapat memperkuat persatuan mahasiswa Sorong Selatan, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, dan memperkokoh eksistensi IMASOS di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Mubes I juga menjadi kesempatan bagi seluruh anggota untuk membangun komitmen bersama bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk menyatukan langkah.

Merajut Persaudaraan, Menyiapkan Masa Depan

Penyelenggaraan Mubes I IMASOS membawa pesan bahwa organisasi mahasiswa harus tumbuh sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah dinamika kehidupan kampus dan tantangan pembangunan daerah, persatuan menjadi fondasi penting agar mahasiswa mampu menjalankan perannya secara lebih terarah.

Pada akhirnya, organisasi yang kuat bukanlah organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama.

Dari ruang musyawarah di Kota Sorong, mahasiswa Sorong Selatan diharapkan mampu menata langkah, mempererat persaudaraan, dan menyiapkan generasi pemimpin yang berintegritas. Sebab, ketika gagasan dipertemukan, persaudaraan dirawat, dan kaderisasi dijalankan dengan sungguh-sungguh, masa depan daerah memiliki lebih banyak alasan untuk tumbuh dan berharap.

Penulis: Eskop Wisabla

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90