DOGIYAI – Kebakaran hebat melanda kawasan Terminal Moanemani, Kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Minggu (28/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIT. Sedikitnya 19 unit bangunan, yang terdiri atas rumah tinggal, kios, dan bengkel milik warga, hangus dilalap si jago merah.
Menerima laporan kejadian tersebut, personel gabungan Polres Dogiyai bersama Brimob Yon A PPT dan Brimob Yon C Men III Pelopor langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus membantu warga yang terdampak.
Setibanya di lokasi, aparat kepolisian bersama masyarakat bahu-membahu memadamkan api, mengevakuasi warga, serta menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Berkat kerja sama tersebut, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitar terminal.Selain fokus pada upaya penyelamatan, petugas juga segera mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi (police line).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan tempat kejadian perkara (TKP) sebagai bagian dari proses penyelidikan penyebab kebakaran.
Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 02.30 WIT setelah seorang warga mencium bau gosong dan melihat kepulan asap dari salah satu bangunan.
Dalam hitungan menit, api membesar dan dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang berada di kawasan terminal. Warga yang terbangun langsung berusaha membangunkan penghuni lainnya agar segera menyelamatkan diri sebelum api semakin meluas.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Penyidik Polres Dogiyai masih melakukan serangkaian penyelidikan dengan menggelar olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mendalami berbagai informasi untuk mengungkap sumber awal munculnya api.
Polres Dogiyai menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar penyebab kebakaran dapat diungkap berdasarkan alat bukti dan fakta di lapangan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta memberikan kesempatan kepada penyidik bekerja hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan cukup besar mengingat sedikitnya 19 bangunan terdampak. Beruntung, proses evakuasi yang cepat berhasil meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa, sementara aparat masih terus melakukan pendataan terhadap para korban dan besaran kerugian yang ditimbulkan.


















