Kongres ke-I Dewan kesenian Dinilai Sangat Sukses, Sorong Diusulkan Jadi Tuan Rumah Kongres Kebudayaan Nasional Berikutnya

banner 120x600
banner 468x60

SORONG— Pelaksanaan Kongres Kebudayaan yang berlangsung di Sorong mendapat apresiasi tinggi dari para peserta ekpedisi dan seniman yang hadir. Kongres ini disebut-sebut sebagai salah satu kongres kebudayaan terbaik yang pernah diselenggarakan.

Ketua Ekspedisi dan budayawan yang merupakan seniman asal Sumba dan kini berdomisili di Yogyakarta, Taufik Rahzen
menyampaikan kebanggaannya atas kelancaran dan kualitas penyelenggaraan acara tersebut.

“Ini kongres kebudayaan atau kongres kesenian yang paling menarik karena saya sering menyaksikan, dan mungkin ini yang terbaik,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi acara hotel panorama kota Sorong Papua Barat Daya, kamis (5/11/2026).

Menurut Taufik Rahzen, ada dua faktor utama yang membuat pelaksanaan kongres di Sorong ini patut diacungi jempol. Pertama, penggunaan Bahasa Indonesia secara fungsional dinilai sangat baik serta berhasil memberikan klarifikasi yang jelas atas berbagai isu kebudayaan. Kedua, kematangan struktur acara yang disiapkan dengan sangat matang oleh panitia.

Melihat keberhasilan tersebut, ia mendorong agar Sorong dapat ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres Kebudayaan Nasional pada masa mendatang.

“Saya berniat, kalau bisa Kongres Kebudayaan Nasional itu bisa diselenggarakan di Sorong. Aksesnya juga mudah, peserta bisa naik kapal dan langsung sampai di Sorong. Selain itu, banyak orang yang terpancing datang karena daya tarik keindahan Raja Ampat yang luar biasa,” tambahnya.

Meski mengaku datang dalam kondisi kesehatan yang kurang prima, Budayawan Yogyakarta ini menegaskan antusiasmenya untuk tetap hadir peserta rombongan para seniman dan perwakilan komunitas dari berbagai daerah di antaranya: Komunitas Seniman Yogyakarta, Komunitas Seniman Jakarta Komunitas Seniman Palembang Sumatra Selatan, Komunitas Seniman Jawa Tengah Perwakilan Seniman dan Budayawan Sumba Nusa Tenggara Timur,

Ia juga menyoroti, Keindahan alam dan potensi budaya Papua menjadi daya tarik magis yang tak bisa diabaikan.

Pihaknya mengatakan, Rencana Ekspedisi Sorong-Bandung Dalam wawancara tersebut, ia juga menepis prasangka lama yang menganggap komunikasi dan penyatuan gagasan kebudayaan di Papua sulit dilakukan. Berdasarkan pengamatannya, masyarakat dan seniman di Sorong memiliki kematangan yang luar biasa dalam berdialog.

“Sorong ini sebenarnya tempat ideal. Beragam suku ada di sini, dan mereka punya kematangan untuk berdialog. Kemajuan kebudayaan baru tidak boleh hanya dipengaruhi oleh Jawa atau Jakarta saja, tetapi Sorong justru harus mendorong kemajuan kebudayaan,” tegasnya.

Menatap masa depan, pihak ekspedisi kini tengah mempersiapkan agenda besar berikutnya untuk tahun depan, yakni Ekspedisi Sorong-Bandung untuk Asia-Afrika. Rencana ini diharapkan mendapat dukungan penuh dan pembiayaan dari Kementerian Kebudayaan.

Kehadiran para budayawan di luar Papua ini mendapat aspirasi oleh pemerintah provinsi Papua Barat Daya, panitia penyelenggara acara, serta tamu undangan lainnya yang turun hadir dalam pelantikan badan pengurus dan penutupan kongres Ke-I dewan kesenian provinsi Papua Barat Daya.

Wartawan Papuabicara/Eskop Wisabla.

banner 325x300
Penulis: Eskop Wisabla Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90