Sorong – Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kisor Raya (IPPMKR) Periode 2024-2026 Menggelar
Musyawarah Besar (MUBES) ke-IV bertempat di Aula kantor Distrik Aimas, kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya, pada 7 November 2026.
Dengan tema”Bersatu, dan Berkarya: Mempersiapkan Kader Pemimpin muda Kisor Raya Yang Mampu, Berkualitas, Berdaya Saing, Dan Berlandasan Iman”
Kegiatan Musyawarah Besar ini dibuka secara resmi oleh kepala Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Papua Barat Daya yang diwakili pendamping distrik wilayah Aifat selatan, Semuel Sory, SH kesempatan tersebut ia memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kisor Raya
yang digelar di Kota Sorong.
Kata Semuel Sory, Kegiatan strategis ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) muda yang berkualitas, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin masa depan demi kemajuan wilayah Distrik Aifat Selatan kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Semuel menekankan bahwa kegiatan ini memiliki arti yang sangat luar biasa bagi pembinaan generasi muda.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena menciptakan generasi muda dan mempersiapkan mereka punya SDM ke depan yang berkualitas sebagai daya saing, baik dalam bidang iman, kemampuan, maupun teknologi yang disiapkan oleh
Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kisor Raya,” ujar Semuel.
Komitmen Pemerintah Mendukung Kepemimpinan Berkualitas
Sebagai unsur pendamping pemerintah distrik yang bertugas di wilayah Aifat selatan
Samuel menegaskan bahwa pihaknya selalu siap sedia mendampingi dan mendukung setiap program positif yang diinisiasi oleh para pelajar dan pemuda. Meskipun Kepala Distrik berhalangan sehingga tidak hadir langsung, kehadirannya sebagai pendamping Distrik sekaligus pendiri ikatan Kisor Raya resmi memastikan bahwa jalannya acara selaras dengan visi pembangunan daerah.
Ia juga secara terbuka mengakui tantangan daerah yang dihadapi saat ini. Menurutnya, wilayah distrik Aifat selatan, Kisor Raya masih membutuhkan lebih banyak figur pemimpin yang berkualitas tinggi untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
” Maka dengan kegiatan hari ini, mudah-mudahan memberikan suatu pemahaman terkait dengan bagaimana anak-anak ini bisa berorganisasi yang baik, bagaimana mereka punya karakter yang bisa bertumbuh sebagai seorang pemimpin yang memberikan kualitas dalam iman, pelayanan di gereja, di pemuda, di pemerintahan,” tambahnya.
Membangun Karakter dan Loyalitas Organisasi
Melalui forum Mubes ini, para pemuda dan mahasiswa Kisor Raya diharapkan tidak hanya mampu menyusun program kerja organisasi semata, melainkan juga menempa mental kepemimpinan yang tangguh.
Semuel berharap para peserta siap untuk menjadi agen perubahan yang kelak mampu mengubah wajah wilayah distrik Aifat selatan ke depan menjadi lebih maju dan berdaya saing.
Sebagai pendiri ikatan Kisor Raya yang telah mengawal ikatan ini sejak tahun 2014 hingga hari ini, Semuel Sory mengaku merasa sangat bangga melihat perkembangan organisasi yang semakin matang.
Ia menilai kualitas Mubes kali ini jauh lebih luar biasa dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Harapan dan Pesan untuk Masa Depan Kisor Raya, rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, pemerintah distrik melalui pendamping distrik menyampaikan pesan agar seluruh agenda musyawarah besar dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama.
Pihaknya juga menegaskan komitmen penuh untuk terus membersamai setiap langkah positif pemuda ke depan.
“Dalam kegiatan apapun yang ke depan, kami siap untuk mendukung kegiatan berbentuk seperti ini karena kegiatan ini akan memberikan harapan besar bagi anak-anak ini ke depan. Semoga kegiatan hari ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kita semua,” pungkas Semuel.
Membangun Generasi Emas Kisor Raya Musyawarah dan Komitmen Bersama untuk Masa Depan
Kegiatan musyawarah organisasi Kisor Raya
memegang peranan vital dalam mencetak, melatih, serta mendidik adik-adik generasi muda di wilayah Kisor Raya guna mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.
Disaat kesempatan yang sama, senior
IPPMKR Adam Yaam Menjelaskan bahwa,
agenda musyawarah yang menekankan bahwa organisasi tidak memerlukan kelebihan materi, melainkan kerendahan hati dan kerja sama yang solid demi mencapai satu tujuan bersama.
Esensi dan Tujuan Musyawarah Kisor Raya
Adam Yaam bilang, Inti dari kegiatan musyawarah ini adalah pembinaan generasi muda agar siap menghadapi masa depan. Organisasi ini mengedepankan kerja sama dan kebersamaan tanpa memandang kelebihan individu.
Dalam pelaksanaannya, agenda musyawarah ini mencakup pembahasan sejumlah materi penting serta pembagian struktur komisi untuk memastikan arah gerak organisasi berjalan terarah.
Pembagian Komisi dan Fokus Pembahasan:
Komisi A: Membahas garis-garis besar haluan organisasi.
Komisi B: Berfokus pada pembahasan bidang anggaran.
Komisi C: Mengkaji dan merumuskan program kerja organisasi secara menyeluruh.
Komisi D: Berkaitan dengan mekanisme pemilihan ketua terbaru.
Komisi E: Merumuskan berbagai rekomendasi penting, termasuk usulan program penunjang seperti pembangunan asrama atau sekretariat apabila belum sempat dibahas secara mendalam,” jelasnya senior organisasi tersebut.
Tahapan Pemilihan dan Pembentukan Tim Formatur
Setelah sesi pembahasan komisi selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan ketua baru. Usai ketua terpilih, agenda beralih pada pelantikan badan pengurus.
Selanjutnya, dibentuklah Tim Formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan dan jabatan berdasarkan bidang-bidang yang ada. Tim formatur ini beranggotakan unsur Dewan Pembina Senior, unsur Senior, Ketua Terpilih, serta senior anggota yang bertugas menyeleksi kader-kader terbaik Kisor Raya untuk mengisi struktur jabatan.
Penetapan Bidang Kerja Organisasi
Kepengurusan ini nantinya akan dibagi ke dalam beberapa bidang strategis yang bersifat jangka panjang, sementara panitia pelaksana bersifat jangka pendek:
Bidang Organisasi
Bidang Pendidikan
Bidang Kesejahteraan Sosial
Bidang Minat dan Bakat
Bidang Humas (Hubungan Masyarakat)
Setiap bidang diwajibkan untuk merumuskan program kerja masing-masing melalui Rapat Kerja (Raker) yang diselenggarakan per bidang tanpa melalui pembentukan panitia khusus.
Contoh Program Kerja Unggulan:
Bidang Organisasi: Menyelenggarakan Latihan Dasar Jiwa Kepemimpinan (LDK) dengan materi motivasi organisasi, public speaking, teknik persuratan, teknik memimpin rapat, hingga tipe-tipe motivasi seorang pemimpin.
Bidang Kerohanian: Berlandaskan iman dan nilai keagamaan, bidang ini merancang program pelatihan guru Sekolah Minggu bagi anak-anak muda serta pelatihan khusus cara berkhotbah (homiletika) dengan mengundang pendeta untuk melatih generasi muda Kesoraya.
Pesan dan Harapan untuk Senior serta Pemerintah Distrik
Dalam kesempatan tersebut, Adam Yaam
disampaikan pula pesan penting kepada para senior Kisor Raya di mana pun berada agar senantiasa memberikan dukungan penuh bagi generasi emas Kesoraya ke depan.
Dukungan juga diharapkan datang dari pihak Pemerintah Distrik, mengingat adanya sejumlah persoalan mendasar yang ditemukan di lapangan—khususnya berdasarkan hasil penulisan tesis di wilayah Aifat selatan, yang meliputi tiga permasalahan utama:
Angka buta huruf pada tingkat tertinggi.
Persoalan kebudayaan.
Faktor-faktor lain yang menyebabkan tertinggalnya berbagai aspek di wilayah tersebut.
Melalui musyawarah ini, seluruh pihak diajak untuk terus bergandengan tangan dan bekerja sama demi mewujudkan Kisor Raya yang lebih maju di masa depan.
Ketua panitia penyelenggara kegiatan Kalvin M Sorry, menyampaikan bahwa mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Panitia Pelaksana yang baru dilantik pada bulan Mei 2026. Penunjukan ini dilakukan setelah kepengurusan panitia periode sebelumnya pada tahun 2023–2024 dinilai vakum dan tidak aktif dalam menjalankan agenda musyawarah organisasi.
Kondisi vakum tersebut sempat memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan pelajar yang berada di perantauan. Banyak mahasiswa baru merasa kehilangan wadah dan tempat bernaung untuk menimba ilmu serta mengembangkan diri akibat tidak berjalannya roda organisasi secara optimal.
Melihat situasi tersebut, Kalvin mengambil inisiatif untuk melakukan pendekatan langsung kepada jajaran badan pengurus yang sedang menjabat. Melalui proses koordinasi, dirinya kemudian dipercaya untuk memegang kepemimpinan sebagai Ketua Panitia, sementara posisi sekretaris, bendahara, dan bidang lainnya tetap ditetapkan melalui penyesuaian struktural.
Tantangan Internal dan Semangat Kaderisasi
Dalam menjalankan tugasnya, Kalvin mengakui bahwa kepengurusannya dihadapkan pada sejumlah tantangan nyata. Sebagian mahasiswa dan pelajar masih terkendala Meski demikian, pihak panitia terus berupaya mengawal agar seluruh proses studi maupun organisasi dapat berjalan beriringan.
“Kami memang kurang dari sisi jumlah anggota, tetapi hal itu tidak membatasi semangat kami. Kami akan terus berjalan, maju, dan berproses,” ujar Kalvin saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Kalvin menegaskan bahwa ruang organisasi ini harus dihidupkan kembali demi kelangsungan kaderisasi generasi muda, khususnya Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kisor Raya.
Menurutnya, kematian sebuah organisasi akan berdampak langsung pada krisis kader, krisis kepemimpinan, dan krisis sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, ia berharap ruang tersebut dapat kembali menjadi tempat yang produktif bagi para pelajar dan mahasiswa untuk berproses.
Kemandirian Pendanaan dan Kesiapan Peserta
Terkait aspek pembiayaan kegiatan, Kalvin mengungkapkan bahwa panitia mengandalkan kemandirian dan inisiatif mandiri tanpa adanya iuran wajib dari pengurus maupun sumbangan eksternal yang masif.
Ia bersama jajaran pimpinan bahkan menggunakan dana pribadi serta pinjaman luar guna memastikan roda kegiatan tetap dapat berjalan.
“Terkait pendanaan, saya sendiri selaku ketua panitia berinisiatif dan meminjam uang dari luar sekitar satu juta lebih, serta ada sumbangan pribadi saya sebesar tiga ratus ribu rupiah untuk bagaimana barang ini bisa jalan. Tidak ada sumbangan dari siapapun, dan tidak ada kerja-kerja panitia dari iuran,” jelasnya.
Sementara itu, untuk agenda musyawarah mendatang, tercatat sebanyak 65 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar asal Kisor telah dikonfirmasi hadir. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis mengingat sebagian mahasiswa masih mengurus urusan kampus maupun aktivitas akademik lainnya.
Kalvin berharap, melalui momentum kepengurusan baru ini, semangat kebersamaan dan roda organisasi kemahasiswaan dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi seluruh anggota di kota Sorong Papua Barat Daya.
Penulis Eskop Wisabla/ wartawan Papuabicara.co.id

















