Marten Sreklefat Apresiasi OSIS SMP Negeri 15 Meyah MDI: Pemuda Harus Menjadi Garda Terdepan Perubahan Papua

banner 120x600
banner 468x60

PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUA BARAT — Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Generasi muda harus menjadikannya sebagai kekuatan untuk berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Marten Sreklefat, S.Pd., selaku Pembina OSIS SMP Negeri 15 Meyah MDI Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Marten menyampaikan apresiasi kepada pengurus OSIS yang berhasil menyelenggarakan seminar sehari dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas IX.B SMP Negeri 15 Meyah MDI Testega itu diikuti sekitar 45 peserta, termasuk siswa SMP, siswa SD, dan para guru.

Ia memberikan penghargaan khusus kepada Ketua OSIS Frengky Derebi, Sekretaris Septerius Iba, Bendahara Julistiana Iba, serta seluruh koordinator bidang dan kader OSIS yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Marten, keberhasilan penyelenggaraan seminar itu menunjukkan bahwa pelajar mampu mengambil inisiatif positif ketika mendapatkan kepercayaan, dukungan, dan ruang untuk mengembangkan potensi diri.

“Dengan tema yang ada ini, kegiatan bukan sekadar seremonial. Ini langkah positif yang diambil rekan-rekan OSIS. Kita patut mendukung dan mengevaluasi agar ke depannya semakin semangat melaksanakan kegiatan yang lebih baik dan meriah,” ungkap Marten.

Ia menilai antusiasme peserta dari jenjang SD dan SMP, bersama para guru, menjadi gambaran bahwa semangat belajar dan berorganisasi dapat tumbuh sejak dini. Menurutnya, pengalaman mengikuti seminar dan berdiskusi menjadi bekal penting bagi pelajar untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta belajar menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Menajamkan Pikiran Kritis Generasi Muda

Marten menegaskan bahwa kegiatan kepemudaan seperti seminar Sumpah Pemuda perlu diarahkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis generasi muda, khususnya pelajar di Distrik Testega dan enam kampung di wilayah tersebut.

Baginya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas melalui pelajaran formal. Organisasi sekolah juga menjadi tempat bagi peserta didik untuk belajar kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Ia berharap kegiatan serupa memberikan kesempatan lebih luas kepada pelajar untuk mengembangkan kemampuan, menggali ide kreatif, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan mereka.

“Dengan tema ini, kita perlu menyiapkan generasi dalam bidang pendidikan, organisasi, dan bidang lainnya. Kita harus memberikan motivasi dan kesempatan kepada pemuda serta pelajar untuk berkarya, membawa perubahan, dan melahirkan inovasi baru bagi kemajuan kampung, distrik, kabupaten, dan bangsa,” tegasnya.

Menurut Marten, pemuda yang mandiri, berprestasi, dan bertanggung jawab tidak lahir hanya melalui nasihat. Mereka membutuhkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan positif, berani mengambil tanggung jawab, serta belajar dari pengalaman.

Kolaborasi Menjadi Kunci Membangun Papua

Marten juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan seminar, secara khusus kepada Yanis Iba, S.Th., M.Ag., yang hadir sebagai pemateri.

Ia berharap dukungan dari sekolah, gereja, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat agar kegiatan pengembangan generasi muda dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong pelajar belajar, berorganisasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai potensi mereka.

“Pemuda adalah garda terdepan gerakan perubahan untuk kemajuan suatu daerah. Oleh sebab itu, saya berharap kita bekerja sama ke depannya untuk menyiapkan pemuda yang lebih tajam dalam berpikir kritis dan cerdas, sehingga mereka mampu membangun Tanah Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda Pegunungan Arfak perlu mendapatkan ruang untuk berkontribusi bagi pembangunan, mulai dari lingkungan sekolah dan kampung hingga tingkat distrik dan kabupaten.

Marten berharap seminar tersebut menjadi awal dari lebih banyak kegiatan edukatif dan inspiratif di SMP Negeri 15 Meyah MDI Testega. Ia ingin para pelajar tidak hanya memahami makna Sumpah Pemuda sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga mengamalkan semangat persatuan, tanggung jawab, dan pengabdian melalui tindakan nyata.

Di tengah tantangan pembangunan di Tanah Papua, pendidikan dan pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus. Dari ruang kelas di Testega, harapan itu mulai dirawat melalui kerja sama, keberanian berkarya, dan semangat untuk terus belajar.

Menutup keterangannya, Marten kembali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam seminar dapat terus dijaga demi melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, berprestasi, dan siap membawa perubahan positif bagi Pegunungan Arfak serta Tanah Papua.

Penulis: Marten Sreklefat

banner 325x300
Penulis: Marten Kresefat Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90