MANOKWARI, PAPUA BARAT — Keterbatasan biaya tidak mematahkan semangat Wetinus Kobak untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo itu akhirnya berhasil mengikuti yudisium tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB), Manokwari, Senin (19/10/2026), dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Perjalanan Wetinus menuju kelulusan tidak berjalan mudah. Ia mengaku selama satu tahun empat bulan tidak memperoleh bantuan biaya kuliah dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan berat yang harus ia hadapi selama menempuh pendidikan di Manokwari.
Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah. Wetinus memilih bertahan, bekerja keras, dan terus berjuang agar dapat menuntaskan studinya hingga mencapai tahap yudisium.
Di tengah tekanan ekonomi, ia harus mengandalkan ketekunan dan semangat untuk melewati berbagai kesulitan. Baginya, menyelesaikan pendidikan bukan sekadar mengejar gelar akademik, melainkan juga membuktikan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Wetinus mengaku pernah menghadapi berbagai rintangan, tantangan, bahkan ejekan selama menjalani perjalanan pendidikannya. Meski demikian, ia berusaha menjadikan pengalaman tersebut sebagai ujian yang harus dilewati, bukan alasan untuk menghentikan perjuangannya.
Keberhasilannya meraih gelar S.Pd menjadi momen penuh syukur setelah melewati perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ia menyadari bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan orang-orang yang tetap memberikan semangat ketika dirinya menghadapi kesulitan.
Wetinus pun menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya, kerabat, serta enam mitra yang telah memberikan dorongan, motivasi, dan dukungan selama proses perkuliahan hingga ia menyelesaikan studinya.
Menurutnya, dukungan moral dari orang-orang terdekat menjadi salah satu kekuatan yang membantunya bertahan ketika menghadapi berbagai persoalan. Ia menilai bahwa semangat, ketekunan, dan keyakinan merupakan bekal penting untuk melewati masa-masa sulit.
Dalam pesannya kepada generasi muda, khususnya mahasiswa asal Yahukimo dan Papua, Wetinus mengingatkan agar setiap orang tetap berjuang mengejar cita-cita meskipun menghadapi keterbatasan dan berbagai ujian kehidupan.
“Kita tidak perlu hanya bersandar kepada sesama manusia, tetapi bersandarlah kepada Tuhan kita masing-masing agar kita dapat meraih cita-cita pada masa yang akan datang,” demikian pesan Wetinus.
Ia berharap pengalaman yang dialaminya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan. Menurutnya, tantangan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
Keberhasilan Wetinus Kobak menyelesaikan studi di UMPB Manokwari menjadi bukti kegigihan seorang mahasiswa dalam memperjuangkan masa depannya di tengah keterbatasan. Perjalanannya sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya dukungan keluarga, kepedulian terhadap mahasiswa, dan semangat pantang menyerah dalam dunia pendidikan.
Penulis: Wetinus Kobak

















